Ratusan Sopir Dum Truck Lakukan Demo Terkait Ditutupnya Ijin Galian C

Bener Meriah, haba RAKYAT 

 

Ratusan pengemudi dum truck beserta pengusaha galian C, serta organda kabupaten Bener Meriah, melakukan demo di gedung DPRK Bener Meriah. Selasa (24/4)

 

Kehadiran para sopir dan pengusaha dum truck dalam rangka menyampaikan asfirasi kepada DPRK Bener Meriah terkait penutupan usaha galian C di kabupaten Bener Meriah.

 

Setelah melakukan negosiasi, dengan sejumlah anggota DPRK Bener Meriah yang di Wakili Komisi A, pihak DPRK Bener Meriah akan menerima sekitar 30 orang perwakilan dari pendemo.

 

Dalam audensi di ruang paripurna DPRK Bener Meriah, para sopir dam truck mempertanyakan alasan pemerintah Aceh menutup galian C. Yang telah berakibat terhentinya proses pembangunan di dua Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

 

Menurut penuturan salah seorang peserta demo, Adi Jablay (35) penutupan galian C dianggap telah menghambat proses pembangunan serta telah mempersulit masyarakat dalam mengakses kebutuhan akan matrial bahan bangunan. Selain itu sopir dan pengusaha angkutan dum truck juga merasa di rugikan dengan di tutupnya usaha galian C, karena menurut para pengusaha sebagian dari armada trucknya masih dalam posisi kredit.

 

Lain halnya dengan ketua organda Kabupaten Bener Meriah, M.Arif (50) Dampak kerugian akibat di tutupnya usaha galian C dirasakan dampak kerugian oleh masyarakat Bener Meriah. Mulai dari pekerja, pengusaha termasuk pemerintah sendiri. Karena menurut M. Arif sebagian sumber PAD Kabupaten Bener Meriah berasal dari pajak dan restribusi galian C. Belum lagi pelaksanaan proyek dan pengelolaan dana desa semua terhenti akibat tidak adanya matrial.

 

Pada intinya tuntutan para pendemo mendesak DPRK dan pemkab Bener Meriah, untuk membuka kembali usaha galian C sembari menuggu ijin usaha galian C turun dari provinsi, Karena menurut pengusaha galian C, Zarmija (45). Proses pengurusan ke Provinsi butuh waktu 30 hari kerja.

 

Disisi lain para sopir angkutan dum truck juga mempertanyakan tentang kenaikan harga matrial sepihak oleh pengusaha Galian C tanpa ada kesepakatan bersama.

 

Menyikapi persoalan tersebut pimpinan rapat anggota DPRK Bener Meriah, Sapri mempertanyakan hal tersebut kepada pengusaha galian C, untuk menjelaskan terkait kenaikan tarif matrial. Spontan pengusaha galian C menjawab bahwa itu masih sekedar wacana. Belum ditetapkan

 

Lain hal nya dengan pengusaha galian C mereka menutup usahanya karena tidak memiliki ijin. Hal ini terkendala karena adanya pergub yang mengharuskan usaha galian C jika lahan diatas 10 hektar harus memiliki ijin fari Provinsi.

 

Pada saat bersamaan perwakilan pendemo sebagai peserta rapat meminta anggota dewan untuk menghadirkan pihak ekskutif agar persoalan ini cepat kelar, dan ada titik temunya.

 

Menanggapi tuntutan pendemo perwakilan pendemo. DPRK Bener Meriah akhirnya menghadirkan sekda Bener Meriah yang di wakili asisten 2 Abdul Muis. Pada saat bersamaan Tgk. Muhammad Amin menyela dan menjelaskan inti dari tuntutan perwakilan pendemo.

 

Mengacu pada aturan usaha galian C apabila usaha sudah ditutup tidak serta merta bisa dibuka kembali. Harus ada ketentuan dan regulasi yang harus di lengkapi sesuai prosudur dan aturan yang berlaku, Intinya para pendemo menuntut kebijakan Pemerintah daerah melalui forkopimda forkopimda plus untuk mengambil kebijakan untuk menyelamatkan hajat orang banyak.

 

Menanggapi permasalahan tersebut asisten 2 meminta waktu untuk menanggapi dan berkoordinasi dengan pimpinan, karena sebagai mana diketahui Bupati Ahmadi, SE masih dalam perjalanan pulang dari America, sementara wakil Bupati Tgk. Sarkawi, masih mendampingi Wagub Ir. Nova Iriansyah dalam rapat persiapan pelaksanaan Gamifes di aula setdekab Bener Meriah.

 

Sampai berita ini di terbitkan belum ada kejelasan dan kesepakatan bersama menyangkut tuntutan para pendemo. (Junaidi/hR)

Don`t copy text!