Senator Aceh H. Fachrul Razi MIP, Bakar Semangat Santri Dayah Darul Falah Seunuddon

Aceh utara, haba RAKYAT

 

Masa depan Islam berada di tangan Santri- santri dan Pemuda Islam saat ini. Jadilah generasi Islam yang menguasai Al Quran dan Hadits, menguasai teknologi, yang menguasai bahasa arab dan bahasa asing, menguasai isu global dan menguasai ekonomi.

Hal tersebut disampaikan oleh Senator H. Fachrul Razi, MIP. Saat membakar semangat Pemuda dan Santri Dayah Darul Falah di Gampong Matang Jeulekat Seuneddon Aceh Utara, (29/5/ 2018). Acara dakwah tersebut, dalam rangka malam puncak MTQ, Ke XV serta dakwah islamiah menyambut bulan suci Ramadhan.

Anggota DPD RI Asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP menyampaikan ceramah agama bertema, “Membangun Kebangkitan Generasi Muda Islam Menuju Akhir Zaman.”

Dalam penyampaiannya Fachrul Razi menginginkan Santri serta Pemuda harus mampu bersaing di era super canggih ini. Pemuda dan Santri adalah harapan bangsa yang akan membawa perubahan di masa yang akan datang.

Ia juga menerangkan, bahwa di zaman yang sudah akhir ini kita terlalu disibukan dengan perkara yang tidak penting.

“Jadilah pejuang Islam diakhir zaman yang mampu membawa kemenangan Islam di akhir zaman ini, terangnya, yang membuat santri semangat mendengarkan orasi keislaman yang disampaikan oleh senator muda ini.

Fachrul Razi menceritakan peradaban Islam dari masa Rasulullah SAW sampai kondisi era modern saat ini.

“Didepan madam adalah tanda tanda kebangkitan Islam, Jadikan pemuda Islam yang membawa kegemilangan Islam di masa yang akan datang,” tuturnya.

Beliau juga menyampaikan Aceh adalah salah satu wilayah yang sangat berpengaruh di nusantara ketiga masa keislaman, Aceh bukan hanya dalam merebut kemerdekaan RI tetapi jauh sebelum itu peranan aceh dalam menyiarkan agama Islam sampai ke seluruh nusantara adalah apresiasi dan sejarah yg tidak patut dilupakan.

Sehingga pemuda harus mengingat leluhur sejarah bangsa Aceh yang merupakan orang orang hebat.

Sementara itu, Pimpinan dayah Darul huda Tgk. Usman juga menyampaikan, bahwa MTQ ini merupakan ajang tahunan dayah diharapkan santri tidak hanya harus cerdas tapi juga harus berani. Kemudian acara tersebut ditutup dengan ceramah agama beserta doa yang dipimpin oleh Tgk. Junaidi dari Lhoksukon. (Azhar/hR)

Don`t copy text!