Bupati Bener Meriah Ahmadi SE :  Reje Kampung Hati-hati Dalam Mengelola Dana Desa

Bener Meriah, haba RAKYAT

 

Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE menghadiri pengajian akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Kampung Cemparam Jaya,  Kecamatan Mesidah, Sabtu (5/5).

Acara BKMT yang berlangsung di halaman Masjid Kampung Cemparam Jaya tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, para pejabat perangkat daerah, unsur forkopimcam Mesidah, serta para ibu-ibu pengajian dari sejumlah kampung dalam kecamatan Mesidah.

Bupati Ahmadi, SE dalam amanatnya menyampaikan, agar para reje kampung untuk berhati-hati dalam mengelola dana desa. “Untuk kepala kampung hati-hati mengelola dana desa, 9 bulan saya menjadi bupati sudah 15 kepala desa yang saya berhentikan.”terang Ahmadi yang disambut dengan tepukan tangan para peserta BKMT saat itu.

Dia menambahkan, artinya, reje kampung jangan coba-coba bermain dengan pengelolaan dana desa. “Dana desa itu bukan uang nenek moyang kita, bukannya uang bapaknya bupati, apa lagi uangnya bapak kepala kampung, maka, dana desa adalah uang dari Negara yang diperuntukan untuk kepentingan masyarakat dan kemaslahatan umat.”terang Bupati Bener Meriah.

Orang nomor satu di Kabupaten Bener Meriah itu menerangkan lagi, tidak boleh ada pengelolaan dana desa yang sesuka hati para reje kampung (kepala kampung-red).

“Saya tegaskan, bupati tidak akan pernah memberikan perlindungan sekecil apapun kepada aparat kampung yang nakal, akan tetapi saya akan lindungi aparat kampung dari terjangan badai sekecil apapun, kalau aparat kampung itu difitnah oleh masyarakat.”kata Bupati Ahmadi.

Lebih jauh disampaikannya, untuk Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah membekali seluruh aparat kampung dengan peraturan bupati tentang pengalokasian dana desa, baik perencanaan penganggaran pemanfaatannya.

“istri reje kampung sudah wajib bergaji, ketua pemuda, karang taruna, semuannya sudah kita alokasikan didalam peraturan bupati, mengapa? Agar aparat kampung terhindar dari kekeliruan pengalokasian dana desa, kalau keliru dalam penggunaannya, akibatnya jelas akan terjerat dengan hukum. Kita mencoba untuk berbenah, insyaallah, pengakuan dari kepala Kantor BPM, untuk Bener Meriah itu peraturan bupati yang pertama yang mengatur secara menyeluruh untuk pengalokasian dana desa.”terang Bupati Ahmadi.

Disisi lain Bupati juga mengatakan para guru gaji sekabupaten Bener Meriah akan menerima honorarium, selambat-lambatnya sebelum lebaran. “Berhubung beberapa hari lagi kita umat islam akan memasuki bulan suci Ramadhan, maka kami atas nama pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengucapakan selamat menjalankan ibadah puasa, dan mohon maaf bila ada kesalahan dan sehilapan kami selama menjabat sebagai pemimpin Kabupaten Bener Meriah.”pinta Bupati Ahmadi, SE. (Junaidi/hR)