Dr Mustafril  : Bibit Pala  Sambutan Sudah Teruji

Tapaktuan, haba RAKYAT

 

‏Ketua LSM Forum Pala Aceh Dr Mustafril ST M.Si menyebutkan, bibit pala hasil sambungan pala hutan dengan pala kampung (pala sambutan) yang dibudidayakan anggota Forum Pala selama ini  sudah teruji. 

“Bahkan, pala sambutan  ini sudah berkembang di Pemko Pagar Alam, Sumatra Selatan,  diantaranya sudah bisa di panen,” sebut Dr Mustafril kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu (12/5/2018).

Dia sebutkan hal itu  atas klarifikasi  pernyataan mantan Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH yang sebelumnya menyebutkan alasannya enggan mendukung LSM Forum Pala, karena pala  sambutan tersebut belum teruji.

“Tetapi, apa yang disebutkan bapak HT Sama Indra itu, bagi kami LSM Forum Pala Aceh sangat positif. Sebab, selama ini masyarakat  mungkin bertanya apakah Forum Pala didanai Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan,” ujarnya.

Ia mengatakan,  maka dengan adanya peryataan tersebut sehingga masyarakat jadi tahu, bahwa selama ini Forum Pala tidak pernah dibantu Pemkab Aceh Selatan dalam membudidayakan bibit pala sambutan itu.

“Karena dalam mengembangkan pala sambutan untuk membantu masyarakat petani pala di daerah ini, Forum Pala mempunyai dana tersendiri yang didanai oleh UNSAID Lestari,” jelasnya.

Lalu lanjutnya, jika harga bibit pala sambutan  dijual masyarakat  yang selama dilatih oleh Forum Pala terlalu tinggi. Sebab bahan bakunya  sulit ditemukan. Begitu juga kwalitas bibitnya terjamin dari serangan hama yang selama ini menyerang tanaman pala.

“Forum Pala tidak menjual bibit, yang menjual adalah masyarakat atas bimbingan maupun hasil pelatihan yang dilaksanakan Forum Pala Aceh,” tuturnya.

Masyarakat yang dilatih tersebut ada yang berhasil menyambung pala hutan dengan pala kampung ada juga yang tidak berhasil. Karena berhasil atau tidaknya penyambungan itu tergantung cara proses saat penyambungan.

“Alhamdulillah, banyak masyarakat yang telah  berhasil menyambung pala hutan dengan pala kampung ini. Dibuktikan dengan berkembangnya pala sambutan ini di sentra perkebunan milik masyarakat di daerah ini. Bahkan, sudah ada yang panen dengan usia tanam 3-4 tahun,” paparnya.

Bahkan, sekarang  ini bibit pala sambutan sudah banyak yang memesan seperti, Sumatra Barat, Bireuen, Banda Aceh, Bandung dan daerah lainnya. 

“Itu menandakan, bibit pala sambutan ini sudah teruji dan sudah mulai dilirik oleh daerah lainnya,” ucapnya. (Ran).