H. Sibral Malasyi MA, Ketua Tim Pemenangan Pusat Tgk. Muhibbuddin

Pidie Jaya, haba RAKYAT

 

Sibral Malasyi,MA, salah seorang pengusaha di Pidie Jaya yang mencoba terjun ke ranah politik. Setelah mendaftarkan diri sebagai bacalon bupati Pidie Jaya 2018-2023, eh malah mengundurkan diri lalu bergabung mendukung pasangan calon bupati/wakil no urut 2 (Abuwa-Walet). Lalu tiba-tiba berubah haluan, dari no 2 beralih ke no 3. Ada apa?

Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan H.Sibral seusai pelantikan Tim Pemenangan Paslon no 3 Tgk.Muhib dan M.Yusuf, di Meureudu, Senin, 23/4/2018.

Menurut H. Sibral, pilihannya menuju paslon no 3 dan meninggalkan no 2 tentu dilalui dengan berbagai pertimbangan dan bermunajat kepada Allah dengan penuh ikhtisharah. Semuanya dilakukan agar didalam menentukan sikap mendapat petunjuk Allah.

Pertama dinilai dari segi akhlak, Tgk.Muhib (panggilan akrab Tgk.Muhibbuddin) adalah sosok pribadi yang sangat santun berwibawa. Beliau ramah dengan semua lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Kedua, soal ilmu agama, Tgk.Muhib adalah alumni dayah yang agamanya tidak perlu diragukan lagi. Dan ketiga, Tgk. Muhib memasang wakilnya juga dari politisi yang pernah mengharumkan nama Pidie Jaya bersama mantan bupati Gadee Salam. Dengan kiprah politik wakilnya memang jempolan dari kabupaten lain.” ucap Sibral.

Masih menurut H.Sibral, jika sorang figur pemimpin yang ilmu agamanya kuat, tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan langkah. Ditambah lagi wakilnya memang ahli dibidang pemerintahan, tentu warna Pidie Jaya akan berubah. Saya pribadi lewat pasangan inilah rakyat Pidie Jaya akan bisa menitipkan amanah.

“Firasat saya mengatakan, lewat pasangan inilah aspirasi masyarakat Pidie Jaya akan terwujud. Terutama dalam mengembankan amanah. Amanah masyarakat Pidie Jaya yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Dan yang paling utama adalah bagaimana bisa menempatkan SDM Pidie Jaya pada tempatnya.” sambung Sibral.

“Kita tidak mengatakan pemerintah selama ini tidak bisa berbuat, tapi alangkah idealnya jika tenaga trampil yang kita miliki di Pidie Jaya harus bisa berkarya didaerah kita ini. Baik itu para  kepala dinas dan SKPK. Jika kita menempatkan SDM kita di daerah kita sendiri berarti kita tidak perlu memakai tenaga import dari luar Pidie Jaya. Sebab kita punya putra/putri terbaik kita yang mampu dan ahli.” ucapnya.

Sebagai contoh, Singapura. Yang tenaga ahlinya rata-rata memakai tenaga import. Begitu datang hari Sabtu dan Minggu atau hari libur, kota Singapura sepi sekali. Sebab para tenaga kerja rata-rata pulang kampung.” Sambung H.Sibral.

Sekarang coba bayangkan Kota Meureudu? Adakah beda dengan Singapura? 

Inilah yang perlu kita benahi. Kita punya putra-putra terbaik dan mampu berkiprah di kabupaten kita sendiri. Hari ini, diakui atau tidak, masyarakat Pidie Jaya, terutama putra-putra terbaik kita tersingkir di negeri kita sendiri. Seperti pepatah Aceh mengatakan, Buya Krueng ka teu doeng-doeng, buya tamong meuraseuki.” ucap Sibral dengan pribahasa.

H.Sibral resmi dikukuhkan sebagai Tim pemenangan pusat pasangan calon bupati/wakil bupati Pidie Jaya no urut 3. Pengukuhan dan pelantikan dilakukan langsung oleh Tgk. Muhibbuddin diampingi wakilnya M.Yusuf.

H.Sibral berjanji akan bekerja semaksimal mungkin demi kemenangan paslon no 3 sebagai bupati dan wakil bupati Pidie Jaya, Priode 2018-2023.

“Dan, apabila Allah mengkhendaki paslon ini terpilih nanti, maka Sibral akan memperjuangkan hak-hak masyarakat Pidie Jaya yang selama ini mungkin masih belum tersentuh. Terutama para SDM Pijay.” pungkas Sibral. (Is/hR)