H. Sibral Malasyi, MA : “Untuk Apa Bangunan Mewah, Kalau Perut Rakyat Keroncongan”

Nyak Nyie Ketua Tim Pemenangan Tgk. Muhbibuddin M. Husen – H. M Yusuf  Ibrahim. (Dok. Foto : Is/hR)

Pidie Jaya, haba RAKYAT

 

H. Sibral Malasyi, MA menitipkan harapan kepada paslon bupati nomor 3, Tgk. Muhibbuddin M. Husen dan H. MYusuf Ibrahim untuk bisa mengubah Pidie Jaya, menjadi kabupaten Madani yang bebas dari kemiskinan, kuat syariat dan budaya. Hal itu diungkapkan Nyak Syie (panggilan akrab Sibral Malasyi, MA kepada wartawan media haba RAKYAT, sambil menikmati kopi Aceh di Ulee Gle, Pidie Jaya, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Nyak Syie dari keempat paslon, no 1, 2, 3 dan 4, paslon nomor 3 merupakan paslon termiskin dalam kajian ekonomi. “Namun kita juga harus akui bahwa yang namanya manusia tetap ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Karena itu adalah kodratnya manusia yang merupakan Rahasia Allah yang kita tidak bisa menebaknya. Allahlah Yang Maha Tahu.

Seperti halnya Nyak Syie, yang dengan tiba-tiba lewat kehendak Allah yang diawali oleh niat dan qasat yang baik, setelah berbagai pertimbangan diiringi munajat doa kepada Allah. Hingga tekatnya yang sudah final dan bulat untuk bersama paslon nomor 3 mencoba menciptakan perubahan di Pidie Jaya, tentu saja jika Allah menghendaki Tgk. Muhid dat T. Yusuf terpilih pada Pilkada ini.

“Kekaguman saya kepada Tgk.Muhib adalah kepribadiannya yang begitu tegas, bila beliau telah mengatkan A, maka itulah yang beliau kerjakan. Tidak mudah terpengaruh oleh rayuan dan isu.

Dengan demikian, konsep-konsep yang telah dirumuskan dengan matang untuk sebuah kebijakan kebaikan, tidak akan berubah lagi, jelas Nyak Syi.

Jika sesuatu yang telah dirancang dengan matang yang disertai doa dan munanjat meminta petunjuk Allah, maka ketakutan untuk mengkhianati, akan jarang terjadi. Maka cita-cita kita untuk membuat sebuah berubahan Pidie Jaya dalam menguatkan syariat agama, kemajuan dan keadilan bagi masyarakat kita, tentu Allah akan meridhainya.

Selain itu, Tgk.Muhib juga tidak pernah mengumbar fitnah kepada calon lain pada setiap penyampaian orasi politiknya. Tujuan beliau untuk merubah Pidie Jaya ke arah yang lebih baik, yaitu merancang pembangunan yang kita mulai pada faktor ekonomi dari tangga yang paling bawah. Kita harus melihat kebutuhan primer (pokok) lalu kita melangkah ke kebutuhan tambahan (skunder). Dalam kacamata saya, Sosial ekonomi adalah kebutuhan pokok yang perlu kita utamakan.

Jika Allah menghendaki Tgk.Muhib terpilih, rancangan uatama yang harus dilaksanakan adalah menyerap Aspirasi Masyarakat Yang Paling Bawah bidang sosial ekonomi secara merata di seluruh pelosok desa di Pidie Jaya, harus bisa menyentuh masyarakat paling bawah yang masih menjerit dalam kehidupan yang belum layak.

Setelah kita membangun mental dan fisik masyarakat paling bawah, baru kita naik ke tangga berikutnya dan seterusnya. Sebab desa di Pijay cuma 222 desa. Jika kita mau, tidaklah susah seorang bupati untuk bisa menemui langsung masyarakat kita sampai ke desa terpencil guna melihat sendiri keluhan apa yang dialami masyarakat kita. Kenapa mereka mesti menjerit. Pesoalan apa yang tengah mereka alami.

Ketika problema rakyat terlihat sendiri oleh pemimpinnya, maka solusi akan terjawab ketika kita jalankan sesuai prosedur yang tepat sasaran dan mengharap Ridha Allah dengan tanpa menyimpang dari hukum negara dan UUPA.

Bupati bukan cuma duduk dikantor sambil menunggu laporan dari SKPK nya. Tapi harus mau terjun sendiri ke TKP untuk membaca keluhan rakyatnya. Itulah cita-cita Tgk.Muhib yang membuat hati nurani saya terpanggil, bersama beliau, tangisan masyarakat kecil akan akan terdengar oleh pemimpinnya secara langsung. Sehingga dalam mewujudkan apa yang kita tujukan ini tidak terkesan anak tiri dan anak kandung. Hak simiskin, harus simiskin dapati.

Jangan sampai hak-hak seseorang berpindah alamat, ataupun tercecer diperjalanan sebelum datang ke tangan yang bersangkutan. Untuk mewujudkan semua ini, dibutuhkan daya kontrol yang jujur, tentu didasari oleh iman dan taqwa kepada Allah. Tanpa iman dan taqwa yang benar, pemimpin tidak akan bisa mewujudkan semua ini. Sebab mereka tidak merasa takut kepada Allah. Laahaula walaa quw wata illaa  billaahil aliiyil adhiim.” ucap Nyak Nyie.

Keinginan untuk perubahan seperti inilah yang benar-benar menyentuh hati saya, karena hal itulah yang setiap saat saya impikan, agar keluhan seluruh masyarakat Pidie Jaya bisa kita atasi secara perlahan-lahan. Apapun cerita, ekonomi adalah fenomena utama dalam sebuah daerah. Sebab jika perut rakyat keroncongan, untuk apa pengajian, tidak ada yang mau datang. Untuk apa jalan tol atau bangunan kantor pemerintah yang cukup mewah, tapi rakyat menangis kelaparan.” ucap Nyak Syi.

Ia juga menambahkan, “Maka, harapan saya searah dengan rancangan Tgk. Muhib, bahwa kita perbaiki dulu ekonomi rakyat dari tangga paling bawah secara merata tanpa pandang bulu. Siapapun mereka adalah masyarakat kita. Baru kemudian kita lihat kebutuhan lain untuk bisa kita jalankan program fisik, infrastruktur, dan lain sebagainya.  Tapi intinya, sejahterakan dulu masyarakat yang paling bawah.

Untuk menguatkan pondasi sebuah daerah yang bersyariat, maka pemerintah harus menjalankan konsep Syariat Islam Secara Khaffah. Hal ini yang akan dijalankan oleh pasangan ini jika Allah SWT menghendaki mereka terpilih. Maka sangatlah patut untuk kita beri dukungan penuh. Semoga dengan dukungan dan doa kita bersama, mudah-mudahan Allah memberi petunjuk untuk sebuah perubahan demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Pidie Jaya. Amin Ya Rabbal Alamin.” Tutup Nyak Syi. (Is/hR)