Harga Daging di Aceh Selatan Tembus Rp 200.000/Kilogram

Tapaktuan, haba RAKYAT

 

Harga daging meugang menjelang bulan suci Ramadhan 1439 H di Kabupaten Aceh Selatan dibandrol oleh pedagang mencapai Rp 200.000/kilogram, Senin (14/5/2018) sore.

Namun, harga daging Rp 200.000/kg  itu dijual oleh beberapa pedagang yang membuka lapak di pinggiran jalan raya lintasan Tapaktuan- Blangpidie atau kawasan Kecamatan Tapaktuan dan Kecamatan Samadua.

Berdasarkan informasi, di kecamatan lainnya, yakni di Kecamatan Labuhanhaji Timur, Labuhanhaji dan Labuhanhaji Barat harga daging kerbau di lepas pedagang Rp 180.000/kg.

“Harga daging tahun ini mahal sekali, barusan saya beli di Gampong Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan seharga Rp 200.000/kg,” kata sejumlah ibu rumah tangga kapada Media haba RAKYAT di Tapaktuan.

Seiring melonjaknya harga daging di Aceh Selatan, menyebabkan sebagian warga beralih mengkomsumsi daging ayam. Karena harganya lebih terjangkau. Disisi lain, lapak daging dipinggiran jalan lintasan Tapaktuan – Blangpidie, sepi peminat.

Kepala Disdagperinkop dan UKM Aceh Selatan, Mualimin SE melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Saiful Rahman SE menyatakan, secara umum harga daging  di Aceh Selatan Rp 180.000/kg.

“Kita telah memantau dilapangan, harga daging kerbau Rp 180.000/kg dan harga daging sapi Rp 190.000/kg,” katanya.

Tetapi, sebutnya,  sejauh ini pihaknya  belum memantau berapa  harga daging yang dijual dipinggir jalan di lintasan Tapaktuan – Blangpidie.  “Kalau itu, belum kita pantau,” sebutnya singkat.

Sementara itu, harga daging di Pasar Inpres Tapaktuan yang dijual pedagang dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.30 WIB dibandrol Rp 180.000/kg.

“Di Pasar Inpres Tapaktuan, harga daging masih stabil Rp 180.000/kg,” ujar Kabid Peternakan dan Keswan pada Dinas Pertanian Aceh Selatan, Ir Yuslijar secara terpisah.

Sedangkan, tambahnya, harga daging di Kecamatan Samadua bervariasi berkisar Rp 190.000 -200.000/kg. “Sementara di kecamatan lainnya belum kita ketahui,”imbuhnya.  (Ran/hR)