Imam Besar BMU, Tu Sop Didampingi Nyak Syi Serahkan Kunci Rumah Kepada Janda Jamilah

Photo bersama usai serah terima kunci Rumah Bantuan BMU Pijay, (Lihat dari kiri – kanan depan) nomor 2 Jamilah janda penerima bantuan rumah, nomor 3 Tu Sop (Imam Besar BMU,) dan nomor 4 H. Sibral Malasyi, MA (Nyak Syie, Ketua Umum BMU Pijay). Foto : Is/hR.

Pidie Jaya, haba RAKYAT

 

Nyak Syi, panggilan intim H.Sibral Malasyi, MA ketua umum Barisan Muda Ummat (BMU) Pidie Jaya mendampingi Imam Besar Tu Soep Jeunib Bireun memyerahkan kunci rumah bantuan BMU kepada Janda Jamilah, Sabtu 12/5/2018.

Acara serah terima tersebut dihadiri oleh para pengurus BMU Pijay disaksikan oleh geuchik, aparatur gampong dan masyarakat gampong Jurong, kecamatan Meurah Dua, kabupaten Pidie Jaya.

Rumah bantuan untuk janda Jamilah adalah bantuan BMU yang ke 006 di tahun 2018 ini, dimana sebelumnya yaitu nomor 005 dibangun di kabupaten Bireun.

Imam besar BMU Aceh, Tu Soep dalam sambutannya menjelaskan, kehadiran Barissan Muda Ummat dalam masyarakat adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan pemuda dan masyarakat dalam menggalang sosial serta memperkuat Ukhuwah Islamiyah.

Menurut Tu Sop, kebersamaan dalam menggalang kesatuan untuk mencoba memberi kepada sesama muslim, walau sekecil apapun.

“Sebagai sesama Islam, mari kita mencoba merapat barisan untuk bersatu dalam mewujudkan ukhuwah islamiyah, menegakkan persatuan dalam sosialitas ummat untuk memandang saudara kita yang membutuhkan bantuan. Terutama masyarakat miskin yang luput dari perhatian.

Mereka menangis, meronta dan menjerit dengan kehidupan yang mereka alami. Mereka telah berusaha, tapi Allah menitipkan doa mereka lewat kita ini selaku saudaranya yang seiman dan seagama. Maka uluran tangan untuk syedara kita yang memang membutuhkan. Disinilah fungsi kehadiran BMU untuk memperbanyak apa yang sedikit. Mengumpul apa yang masih terserak. Mempersatu apa yang masih masih pecah belah.

Jika kita mau bersatu, tentu saja kita akan ramai. Yang sedikit akan jadi banyak dan yang kecil akan jadi besar.

Sebagai contoh, sebut Tusop, kita pengin membantu saudara kita yang tidak lunya tempat tinggal yang layak, tapi uang yang bisa kita bantu cuma Rp.10.000,-Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu satu unit rumah dengan uang sepuluh ribu? Satu kilogram paku tidak dapat.

Disinilah BMU hadir membawa solusi. Walau cuma sepuluh ribu, tapi kalau kita ramai dan bersatu, dengan uang 10.000, gedungpun bisa kita bangun.

Dulu, semasa Indonesia baru merdeka, dengan kesatuan yang kompak, Aceh bisa membeli dua unit pesawat terbang yang dihadiahkan kepada presiden RI pertama Soekarnoe.

Untuk itu, BMU akan mencoba mengembalikan kesosialitas orang Aceh seperti zaman Iskandar Muda. Dengan kata lain, BMU akan membuka mata ummat agar tidak terperangkap oleh RASA PELIT sesama Islam. Tapi sebaliknya, membuka hati Ummat Islam untuk mengembangkan budaya Rasa Sosial antar sesama.

Dengan uang yang sekecil apapun, tapi kita bisa membantu saudara kita yang membutuhkan bantuan besar. Pendek kata, bantuan kita yang sangat kecil tapi mampu menyelesaikan persoalan besar yang dialami saudara kita yang seiman dan seagama. Tentu saja dengan persatuan dan kesatuan yang kokoh.” tutur Tu Sop.

Pemilik Rumah Baru bantuan BMU berterimakasih kepada pengurus BMU Pijay yang telah membantu satu unit rumah.

“Terimakasih kepada imam besar Tu Sop dan kepada ketua BMU Pijay, H.Sibral Malasyi, serta seluruh pengurus BMU yang telah membantu kami. Semoga BMU tetap berjalan meluas dan para pengurus, anggota dan semuanya diberkati oleh Allah SWT.” ucap Jamilah sehabis menerima kunci dari Tu Sop. (Is/hR)