Ini Alasan HT Sama Indra Enggan Mendukung Forum Pala

Tapaktuan, haba RAKYAT

 

Calon Bupati (Cabup) Aceh Selatan HT Sama Indra SH menyatakan, Kabupaten Aceh Selatan tidak terlepas dari tanaman pala. Karena komoditi   primadona daerah itu dari dulu hingga sekarang telah menjadi tumpuan perekonomian masyarakat.

“Lalu ada pihak yang mempertanyakan, kenapa saya waktu menjabat bupati tidak mendukung program LSM Forum Pala yang   saat itu sedang mengembangkan pala sambutan,” kata HT Sama Indra kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (9/5/2018).

Alasannya,  karena program yang diusung  LSM Forum Pala saat itu untuk mengembangkan bibit pala sambungan pala hutan atau disebut bibit pala sambutan, belum teruji.

“Apalagi program tersebut hanya semata – mata mencari untung  dengan menjual bibit pala terlalu tinggi, sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat petani pala di daerah ini,” sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, belum terujinya kwalitas bibit sambutan itu menjadi pertimbangan pemerintah untuk membantu program LSM Forum Pala.

Seperti musim – musimnya  orang menanam sawit di daerah Trumon. Saat itu, semua orang ingin menanam sawit sehingga berusaha  mencari bibit sembarangan, akibatnya 3 tahun masa tanam terpaksa dipotong.

“Karena jangankan berbuah, berbuah pasirpun tidak. Namun, setelah turun tangan pemerintah dengan membantu bibit berkwalitas, sekarang hasil sawit masyarakat sudah memuaskan,” ucapnya.

Konon lagi saat itu, sambung Cabup Sama Indra, pengurus LSM Forum Pala tidak mau bekerja sama  dan terbuka (transparan). Sehingga saat itu secara kepemerintahan, pihaknya menjumpai Kementerian Pertanian RI di Jakarta.

“Maka saat itu  bapak Menteri Pertanian RI,  Andi Amran Sulaiman, menyarankan kita berkoordinasi dengan bapak   Profesor Loekas Soesanto, Dosen Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto yang merupakan penemu obat hama pala,” kisahnya.

Alhamdulillah, ucapnya, sekarang temuan obat hama pala herbal tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh petani pala di Aceh Selatan. Bahkan, obat hama pala  itu  sudah teruji di sentra perkebunan pala milik masyarakat.

“Obatnya cukup mudah kita dapatkan, karena ada disekitar rumah kita. Obat hama ini sangat ampuh dan teruji. Saya yakin tanaman pala di daerah kita akan kembali jaya, setelah ditemukan obat hama ini,” tuturnya.

Maka itu, sambungnya, program dua periode jika terpilih kembali memimpin Aceh Selatan akan melanjutkan program kejayaan tanaman pala sehingga dapat mensejahterakan masyarakat petani pala.

Ia menambahkan, kedepan pala ini baik biji pala, bunga pala dan kulit pala semuanya  bisa dimanfaatkan, sebab akan ditampung oleh IKM. Pembangunan Sentra IKM tahap I  di Gampong Aron Tunggai,  Kecamatan Meukek   bersumber dari dana alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.

“Untuk pembangunan Sentra IKM tahap I dianggarkan dulu Rp 10 miliar dari keseluruhan anggaran Rp 30 miliar. Mudah – mudahan dengan adanya IKM ini, semoga perekonomian masyarakat akan bangkit dari sektor komoditi pala,” pungkasnya. (Ran/hR)