Kabupaten Bener Meriah Peringatan Hardiknas Berjalan Hikmat

Bener Meriah, haba RAKYAT

 

Pemkab Bener Meriah menggelar upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman kantor bupati, Senin (7/5) peringatan Hardinknas berjalan hikmat.

Peringatan Hardiknas tersebut di isi dengan penyerahan penghargaan kepada guru-guru berprestasi tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, kepala sekolah, serta penghargaan bagi guru-guru yang telah pensiun.

Bupati Ahmadi, SE dalam sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy menyempaikan, sebagaimana kita ketahui tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai hari Pendidikan Nasional karena bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh pendidikan yang lebih kita kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Lanjut bupati, dalam memeperingati hari Pendidikan Nasional ini, kita mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”, sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran dan pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara.

Peringatan hari Pendidikan Nasional ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan, dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan.

Lebih jauh sampai Bupati, di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. disinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. jika kebudayaan nasional menghujam di tanah tumpah darah indonesia, maka akan kokoh pula bangunan Pendidikan Nasional Indonesia.

Atas dasar pemikiran diatas, pada hari pendidikan nasional ini, mari kita berkomitmen untuk terus berikhtiar dalam membangun pendidikan, yaitu pendidikan yang disinari oleh kebudayaan nasional. kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan menjadi lebih kuat.

“Kita menyadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan, maka dari itu, mari kita berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, disisi lain kita juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya sebagaimana yang diakui oleh Unesco.

Kita harus terus menggali kebudayaan indonesia, melestarikan dan mengembangkannya demi terwujudnya indonesia yang adikuasa di bidang kebudayaan.”sampai Bupati Ahmadi saat membacakan amanat Mendikbud Republik Indonesia itu.

Kata Bupati lagi, apresiasi publik terhadap keberhasilan pemerintah yang gencar membnagun infrastruktur harus disertai dengan pembangunan sumber daya manusia secara lebih dalam dan terencana, sebagaimana kita ketahui, pemerintah gencar membangun infrastruktur di seluruh penjuru tanah air, walaupun belum sepenuhnya selesai, tapi manfaatnya sudah bisa dinikmati.

Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kebudayaan, dilakukan juga penguatan sumber daya manusia agar menjadi modal yang handal dan siap menghadapi perubahan zaman.

Dalam penguatan sumber daya manusia ini terbentang tantangan internal dan eksternal sekaligus, tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekokohan mentalitas kita, misalnya belakangan ini kita melihat melemahnya mentalitas anak-anak kita akibat terdampak maraknya simpul informasi dari media sosial.

Untuk menjawab tantangan ini, mari kita meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi, selain ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
kita menyadari bahwa penguatan karakter dan literasi merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan, yang melibatkan semua komponen bangsa sebagaimana Ki Hajar Dewantara.

Peringatan hari Pendidikan Nasional ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan, dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan.

Lebih jauh sampai Bupati, di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. disinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan.

Jika kebudayaan nasional menghujam di tanah tumpah darah indonesia, maka akan kokoh pula bangunan Pendidikan Nasional Indonesia. Atas dasar pemikiran diatas, pada hari pendidikan nasional ini, mari kita berkomitmen untuk terus berikhtiar dalam membangun pendidikan, yaitu pendidikan yang disinari oleh kebudayaan nasional.

kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan menjadi lebih kuat.

“Kita menyadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan, maka dari itu, mari kita berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman, disisi lain kita juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal budaya sebagaimana yang diakui oleh Unesco.

Kita harus terus menggali kebudayaan indonesia, melestarikan dan mengembangkannya demi terwujudnya indonesia yang adikuasa di bidang kebudayaan.

”sampai Bupati Ahmadi saat membacakan amanat Mendikbud Republik Indonesia itu.

Kata Bupati lagi, apresiasi publik terhadap keberhasilan pemerintah yang gencar membnagun infrastruktur harus disertai dengan pembangunan sumber daya manusia secara lebih dalam dan terencana, sebagaimana kita ketahui, pemerintah gencar membangun infrastruktur di seluruh penjuru tanah air, walaupun belum sepenuhnya selesai, tapi manfaatnya sudah bisa dinikmati.

Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kebudayaan, dilakukan juga penguatan sumber daya manusia agar menjadi modal yang handal dan siap menghadapi perubahan zaman, dalam penguatan sumber daya manusia ini terbentang tantangan internal dan eksternal sekaligus, tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekokohan mentalitas kita, misalnya belakangan ini kita melihat melemahnya mentalitas anak-anak kita akibat terdampak maraknya simpul informasi dari media sosial.

Untuk menjawab tantangan ini, mari kita meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi, selain ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kita menyadari bahwa penguatan karakter dan literasi merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan, yang melibatkan semua komponen bangsa sebagaimana ki hajar dewantara menempatkan hal ini dalam tri pusat pendidikan, yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat.

Salah satu bentuk penguatan tripusat pendidikan adalah melibatkan keluarga dalam mendukung suksesnya pendidikan anak dan penguatan karakter Guru, orangtua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak indonesia.

Tripusat pendidikan itu secara simultan harus menjadi lahan subur tempat bersemainya nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong rotong dan sebagainya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa. (Junaidi/hR)