Kecewa Jalan Tidak Pernah Diperbaiki, Masyarakat Nangrho Timu Tanam Pisang Ditengah Jalan

Masyarakat yang melintas kagum kepada pisang yang tumbuh subur di badan jalan spg Nangrhoe Timu, kecamatan Ulim, Pijay. (Foto : Is/hR)

Pidie Jaya, haba RAKYAT

 

Kesabaran Masyarkat Nangrhoe Timu habis, efeknya mereka menanam pohon pisang di badan jalan, Rabu 9/5/2018.

Kekecewaan masyarakat Nangrhoe memang masuk akal, sebab sudah puluhan tahun jalan Nangrhoe menuju Sarah Mane sepanjang 8 km belum disentuh pemerintah untuk merehabnya.

Fungsi jalan ini,  selain sebagai sarana perhubungan antar kecamatan, juga urat nadi perekonomian masyarakat yang mengangkut hasil tani dan hasil hutan dari Sarah Mane ke pusat kota Ulim dan Ulee Gle.

Azhar. Ketua Pemuda Gampong Nangrhoe Timu, kec. Ulim. (Foto : Is/hR)

Ketua pemuda Nangrhoe Timu, Azhar tidak bisa menyalahkan masyarakat yang menanam pisang di badan jalan, sebab jalan ini yang dibangun semasa kabupaten ini masih bergabung dengan dengan kabupaten induk yaitu Pidie namun sampai saat ini belum tersentuh rehabilitasi.

“Jalan Nangrhoe yang dibangun puluhan tahun silam (tahun 1990) semasa kabupaten ini belum diremajakan, namun sampai saat ini pemerintah setempat, baik camat, bupati dan dinas terkait seakan menutup mata kepada jalan kami.

Sementara dana otsus yang begitu besar tiap tahunnya, tidak pernah tersentuh untuk jalan kami. Malah jalan yang dihutan-hutan seperti di Seunong, Meurah Dua diperbaiki dan di aspal. Padahal fungsi disana cuma untuk mengangkut sawit pengusaha.”  ucap Azhar.

“Jalan yang menghubungi tiga kecamatan yaitu kecamatan Ulim, Bandar Dua dan kecamatan Meurah Dua ini memang layaknya dijadikan lahan untuk tanam pisang, karena hampir setiap meter selalu berlobang sepanjang 8 km. Padahal tiap tahunnya proposal telah kami layangkan ke dinas terkait.

Entah dibuang ke tong sampah atau memang dibiarkan saja. Buktinya sampai saat ini tidak ada solusi perbaikan.” tandas Azhar.

Masih menurut Azhar, kekecewaan masyarakat juga masih wajar-wajar, sebab jalan yang berlobang sepanjag 8 km ini memang sudah tidak layak sebagai jalan, layaknya kebun pisang.

“Yang menyedihkan lagi,” sambung Azhar “jalan yang menghubung tiga kecamatan ini tiap hari digunakan sebagai tranporstasi pengusaha-pengusaha Sawit yang kebunnya ratusan hektar di gampong Sarah Mane dan Lhok Sandeng.

Tiap hari rata-rata 5 sampai 10 truk mengangkut sawit dengan melintas jalan ini. Namun mereka tertutup mata untuk memperbaikinya.Minimal menambal lubang-lubang besar.”

“Para pengusaha tersebut adalah, PT.Gotong Royong, Toke M.Yusuf, Toke Wan dan Toke Saiful. Mereka rata-rata saban hari memuat sawitnya lewat jalan ini, namun tidak pernah mau menimbun lubang-lubang yang mereka lintasi. Efeknya, masyarakat biasa yang menanggung resiko, terutama pengguna sepeda motor.” jelas Azhar.

“Coba bayangkan, kalau ada salah satu masyarakat Sarah Mane atau Bidok yang kebetulan membawa ibu hamil untuk melahirkan ke Rumah Sakit di Ulim misalnya. Dengan kondisi jalan seperti ini, pasien belum sampai ke rumah sakit, eh malah lebih dulu ibu hamil melahirkan di jalan dalam mobil, sebab berguncang terus-terusan karena jalan rusak.” pungkas Azhar.

Camat Ulim, Rizki Syahdan, S.S.T.P, yang dikonfirmasi dikantornya menjelaskan, terkait jalan Nangroe Timu menuju Sarah Mane memang telah di prioritaskan akan di rehab di awal tahun 2019, namun soal lobang besar yang ditanami pokok pisang di simpang Nangrhoe Timu, camat tidak tahu apa-apa.

“Terkait jalan lintas Nangrhoe Timu menuju Sarah Mane yang meliputi beberapa desa, memang telah kami bahas dengan pemkab Pidie Jaya, bahwa awal tahun 2019 akan direhab secara berskala. Tetapi soal masyarakat yang menanami pokok pisang di badan jalan, saya tidak tahu apa-apa. Bahkan geuchik Nangrhoe Timu juga disini mengikuti rapat, namun beliau tidak bilang apa-apa.” ketus Camat Ulim.

“Tapi Insya Allah sekarang juga akan kami tangani persoalan lobang yang sempat ditanami pokok pisang.” sambung camat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pidie Jaya, Bahrom Bhakti, ST yang dikonfirmasi menjawab, “Ya, terkait jalan Nangrhoe Timu menuju Sarah Mane memang telah kami ajukan ke DPRA dan Bappeda Aceh. Kemaren, Selasa tanggal 7/5/2018, di Banda Aceh dengan hasil bahwa Jalan Nangrhoe Timu, sudah kami prioritaskan pada anggaran dana otsus 2019. Insya Allah di tahun 2019 jalan tersebut akan dikerjakan.” ucap Bahrom Bhakti, ST.

“Secara pribadi saya juga tidak bisa menyalahkan masyarakat, sebab jalan tersebut memang rusak parah dan pantas direhab secepatnya. Insya Allah DPRA dan Bappeda Aceh sudah menanganinya di APBN (otsus) 2019 akan kita prioritaskan jalan tersebut.” ucap Bahrom Bhakti. (Is/hR)