Masyarakat Keluhkan Pelayanan Online BPJS Kesehatan

Tapaktuan, haba RAKYAT

 

Sebagian masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan sistem pelayanan online   BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan.

Kebijakan pemberlakuan sistim online tersebut,  sangat menyulitkan mereka   dalam  memperoleh pelayanan kesehatan  di daerah  itu.

Pasalnya, setiap pasien yang hendak dirujuk dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) ke BLUD RSU dr Yuliddin Away Tapaktuan  terlebih dahulu harus didaftarkan melalui aplikasi online. Sistem pelayanan online BPJS Kesehatan itu, bukan saja dikeluhkan oleh masyarakat, pasien dan keluarga pasien.

Tetapi juga dikeluhkan oleh petugas  medis di PKM, karena sistim online    turut menghambat etos kerja mereka di PKM.

“Penyebab kita  kesulitan untuk memberikan pelayanan yang efektif. Karena, pasien itu harus didaftarkan di aplikasi online BPJS,  setelah itu baru diberikan rujukan ke RSU,” kata sejumlah tenaga medis kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (21/5/2018).

Sebagaimana dilaporkan, salah seorang pasien yang diagnosa dokter  dalam kondisi lemah. Baru dapat dirujuk ke BLUD RSU YA  Tapaktuan setelah lebih dari empat jam lamanya terlantar di PKM Kluet Selatan.

Kepala PKM  Kluet Selatan,  Hj Wirna ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak bermaksud mengabaikan pelayanan kepada pasien termasuk untuk merujuk ke RSUD, tetapi karena sistem pelayanan sekarang harus melalui aplikasi online BPJS.

“Kalau tidak kita daftar di online, tidak bisa kita rujuk karena tidak akan dilayani juga, begitu peraturan BPJS,” katanya.

Menurutnya, sistem pelayanan aplikasi online sangat sulit diberlakukan. “Karena tidak semua wilayah mendapatkan fasilitas layanan internet secara baik dan jaringan sering terganggu,” ucapnya.

Banyak kasus lain yang terjadi hampir pada semua PKM  di Aceh Selatan, karena sistemnya sama yaitu semua pasien yang akan dirujuk harus didaftarkan di aplikasi online BPJS.

Bahkan, penolakan pengobatan dan penanganan pasien BPJS di BLUD RSU YA Tapaktuan, belakangan ini menjadi persoalan tersendiri dan sering dialami masyarakat.

Selain memberlakukan ketentuan yang sulit dipenuhi oleh masyarakat. BPJS Kesehatan  Cabang Tapaktuan juga memberlakukan online dalam sistem palayanan pasien JKN.

Sebagian warga di Aceh Selatan mengakui, belakangan ini, mereka mulai mengeluhkan soal pelayanan ADM di kantor BPJS  sebagai lembaga penjamin kesehatan masyarakat itu karena terkesan berbelit-belit.

“Menjadi fenomena tersendiri belakangan ini, di mana peraturan BPJS Tapaktuan mengada-ada dan terkesan mempersulit,” kata seorang  warga Air Berudang, Kecamatan  Tapaktuan.

Kepala BPJS Tapaktuan dr. Neni sejauh ini belum memberikan konfirmasi tentang adanya keluhan baik dari pelaksana pelayanan kesehatan.

Maupun sebagaian warga Aceh Selatan terhadap sistem BPJS tersebut, kendati aplikasi online sudah lama diberlakukan. (Ran/hR)