Pemkab Aceh Selatan Peringati Hardiknas Tahun 2018

Tapaktuan, haba RAKYAT

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2018. Kegiatan dilaksanakan secara upacara, bertempat di halaman Kantor Bupati lama, jalan Syech Abdurra’uf, Tapaktuan, Rabu (2/5/2018).

Inspektur Upacara, Plh Bupati Aceh Selatan H Nasjuddin SH MM, Perwira Upacara, Kepala Disdikbud, Drs Martunis, Komandan Upacara, Alzikri Rahmadtillah S, Pd (Guru SMPN 3 Sawang) dan Pembaca UUD 1945, Dra Cut Sukma Yenni (Guru SMPN 1 Tapaktuan.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPK, para Kepala Bagian (Kabag) Setdakab Aceh Selatan, Kepala Sekolah se-Aceh Selatan dan Pengawas Sekolah  dengan menggunakan pakaian Korpri serta peci.

Selain itu, juga terlihat hadir dibarisan peserta upacara, Kepala SDN 1, SDN 4, SDN 5 Unggul, SDN 6, SDN 7, SDN 9 dan MIN Tapaktuan mengikut sertakan masing – masing 10 murid dengan menggunakan pakaian seragam sekolah.

Juga ikut dalam barisan upacara, Kepala SMPN 1 Tapaktuan, SMPN 2 Tapaktuan, SMP MUQ, MTsN, SMAN 1 Tapaktuan dan  SMAN 2 Tapaktuan mengikut sertakan masing – masing 20 siswa memakai pakaian seragam sekolah.

Memperingati Hardiknas Tahun 2018 juga disertai pemberian apresiasi kepada 3 SD dan 3 SMP oleh Disdikbud  Aceh Selatan. Tiga SD tersebut yaitu, SD 5 Tapaktuan, SD Krueng Luas, Kecamatan  Trumon Timur dan SD Buket Gandeng, Kecamatan  Kota Bahagia.

Berikutnya  tiga SMP,  yakni SMPN  1 Tapaktuan, SMP MUQ Tapaktuan dan SMPN  3 Kluet Utara. Penyerahan hadiah diserahkan oleh Plh Bupati Aceh Selatan H Nasjuddin kepada masing – masing Kepala Sekolah.

Dalam amanat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Mohamad Nasir sebagaimana dibacakan Plh Bupati Nasjuddin diantaranya menyebutkan,   tanggal 2 Mei merupakan hari yang sangat penting, penuh dengan makna, inspirasi dan motivasi.

“Dalam memajukan peradaban nasional kita melalui pengembangan sumber daya manusia. Di dalam pengembangan sumber daya manusia itu sendiri, pendidikan, terlebih pendidikan tinggi, memegang peranan kunci,” sebutnya.

Dengan tidak melupakan jenis pendidikan non-formal dan informal, peranan pendidikan tinggi sebagai terminal akhir dalam jenjang pendidikan formal sejak Sekolah Dasar, Sekolah menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, amatlah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Mengapa demikian,  karena didalam pendidikan tinggi terdapat keharusan melakukan riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan manusia Indonesia dan dunia,” tuturnya. (Ran/hR)

Don`t copy text!