Tgk Ahmad Razak Dan Puluhan Eks Kombatan Gam

Aceh Timur, haba RAKYAT

 

Tgk Ahmada Razak mantan Panglima Gam Daerah II Simpang Ulim Aceh Timur, bersama puluhan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka, Selasa (01/01/2018) Meminta Mahmud Malik sebagai pemangku jabatan Wali Nanggroe Aceh untuk melepaskan jabatan dan sebutannya ‘Wali Nanggroe,’

Hal itu disampaikan Ahmad Razak kepada sejumlah wartawan disebuah kantin di Aceh Timur.

“Pemerintah Aceh selama ini telah mengurus sendiri dana daerah termasuk dana otsus, tapi untuk kami para pejuang ini apa yang telah diberikan.

Kami tidak pernah diperhatikan, selama kepimpinan ‘Zikir’ sudah banyak anggaran yang disebutkan untuk kesejahteraan eks kombatan gam, tapi direnggut oleh kelompok tertentu dan para pemangku kepentingan.”sebut Tgk Ahmad

“Banyak sekali dari eks gam dan warga sipil yang menjadi korban konflik, tapi kami belum pernah melihat bantuan itu,” tuturnya.

Tgk Ahmad Razak juga menegaskan apabila pemerintah aceh dan pihak-pihak kemaslahatan masyarakat aceh tidak merespon keinginan mereka usai lebaran puasa nanti. mereka mengancam akan melakukan demo kegedung wali nanggroe dan kantor gubernur.

“Malek Mahmud bukan Wali Nanggroe Aceh seperti yang diberitakan selama ini, Ia warga warga Singapore. Malah sejak kehadiran Malek Mahmud kami telah tersisihkan selama ini. Paduka Wali Nanggroe itu dalam tirikat perjuangan kami adalah orang yang bijaksana bagi rakyat Aceh.

Kami telah dibohongi, kenapa banyak dana kesejahteraan yang dijanjikan, tapi tidak sampai ketangan kami, walau pernah dimintai Ktp dari kami, lalu dijanjikan akan diserahkan bantuan sebesar Rp 120 juta, mana buktinya. Malik Mahmud Cs malah telah merampas kesejahteraan dan kemakmuran kami rakyat aceh,” kata Ahmad Radak dengan berang.

Pantauan media ini Tgk Ahmad Razak didampingi Abdullah, M. Jamil dan puluhan anggotanya yang lain, Ia mengatakan bahwa dirinya sebagai kordinator aksi dalam penolakan Malik Mahmud sebagai pemangku Wali Nanggroe. Para pelaku perjuangan yang saat ini sedang diatas puncak dan meteka telah mengkhianati para pejuang bangsa aceh.

“Malik Mahmud dan sejumlah kelompoknya itu telah menyimpan banyak harta, mereka tidak pernah memikirkan rakyat. Kami minta Malik Mahmud keluar dari nanggroe Aceh,” tegas Ahmad Razak yang didampingi Abdullah dan puluhan anggota lainya.

Sebagai mantan Panglima daerah II Aceh Timur, Ahmad Razak sangat prihatin terhadap kondisi para kombatan yang sebagian besar masih hidup dibawah garis kemiskinan. Sebagai orang penting dalam tubuh perjuangan, ia tentunya memiliki massanya sendiri yang selalu menanyakan kelangsungan hidup dan nasibnya mereka.

“Banyak eks kombatan gam mengalami keterpurukan ekonomi, mereka hidup susah, kesehatan dan sebagainya, mereka merasa tidak diperhatian. Kombatan itu hanya mengaku mencium kebahagian terhadap kabar akan segera disejahterakan, tapi bagi  kabar itu hanya sebatas isapan jempol yang dibuai mimpi,” katanya

Amatan media haba RAKYAT, di lokasi, sekitar empat puluh orang yang mengatas namakan eks kombatan itu ancam lakukan aksi demo. Dan hal itu
disampaikan mewakili Tgk Ahmad Razak, Ia pun mengakui sebagai keluhan yang sangat menyakitkan, lama kami menanti tapi nasib tak kami tak kunjung diperhatikan.  Demikianlah ujar Ahmad Razak.

“Kami merupakan bidak perang dalam konflik aceh masa lalu, perjuangan kami telah membuat kami kehilangan segalanya, kehilangan nyawa, kehilangan keluarga kami dan kehilangan  saudara dan harta benda,” sebut Ahmad Razak

Ia juga menegaskan, bahwa, para kombatan dari Aceh Timur dan  Aceh Utara meminta Malik Mahmud tinggalkan Aceh segera mungkin, karena keberadaannya selama ini tidak ada manfaatnya.” Jelas Ahmad Radak.
(Az/hR)

Don`t copy text!