Tiga Bus Jadi Korban Pelemparan di Atim

Aceh Timur, haba RAKYAT

 

Tiga  bus jurusan Banda Aceh – Medan menjadi korban pelemparan yang diduga dilakukan tiga remaja di kawasan Gampong Matang Seuleumak, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur , Senin (21/5/) sekitar pukul 01.30 WIB.

Namun, berkat kesigapan supir dan penumpang,tiga,pelaku yang diketahui masih berstatus pelajar tersebut berhasil diserahkan ke polisi.

Kapolsek Nurussalam, Iptu Soegiono, mengatakan ketiga bus tersebut dilempari oleh tiga remaja berinisial M (15), JI (20) dan M (16). Ketiganya tercatat sebagai warga Kecamatan Nurussalam dan diketahui masih berstatus pelajar.

Para tersangka pelemparan bus terungkap saat mereka melempari bus PMTOH yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Banda Aceh menuju Medan.

“Saat Bus PMTOH sampai di Gampong Matang Seuleumak, terjadi pelemparan batu ke arah kaca, tepatnya di belakang supir bus, dari arah sebelah kanan, sopir melihat satu unit sepeda motor tanpa lampu dan dikendarai oleh tiga remaja, diduga mereka pelaku atas pelemparan batu tersebut,” kata Kapolsek Soegiono.

Deni selaku supir PMTOH kemudian berinisiatif memutar balik busnya dan mengejar para pelaku pelemparan.

Sampai tepat di depan Masjid Al Ikhlas Bagok, konektur bus PMTOH menendang sepeda motor tersebut sebanyak dua kali, dan ketiganya pun jatuh ke parit,” katanya.

Para pengendara berusaha kabur, tetapi berhasil dikejar oleh supir beserta kernet yang dibantu para penumpang bus.

“Ketiganya ditangkap dan dibawa ke Polsek Julok dengan menggunakan bus, setiba di Polsek Julok para petugas mengantar kembali para pelaku yang diduga pelemparan bus tersebut ke Polsek Nurussalam, dikarenkan TKP berada di wilkum Polsek Nurussalam,” papar Kapolsek.

Para terduga pelaku pelemparan bus tersebut saat ini masih diamankan di Mapolsek Nurussalam untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Dari hasil pengecekan ke lapangan, sebelum melempar bus PMTOH, diduga ketiga pelaku juga melempari bus Atlas dan bus Kurnia. Hal ini didasari kedua bus balik arah ke lokasi yang sama,” kata Iptu Soegiono.

Adapun bus  menjadi korban pelemparan PMTOH BL 7327 AA yang dikemudikan Deni, warga Kabupaten Bener Meriah.

Selanjutnya bus  Atlas BL 7455 G yang disopiri Adi, warga Takengon, Aceh Tengah, dan bus Kurnia BL 7576 PB dengan pengemudi Amir warga Beureunun. (Eddy/hR)