Walet Munir Kiran, “Penambahan Jam Belajar Untuk Bidang Study Agama, Dijadikan Kurikulum Pada Sekolah Umum di Pijay

Walet Kiran : Pendidikan Agama Jadikan Kurikulum Pada semua SMU /SMK di Pijay. (Foto : Is/hR)

Pidie Jaya, haba RAKYAT

 

Kampanye dialogis paslon nomor 2 Abuwa-Walet dengan masyarakat Meurandeh Alue, kecamatan Bandar Dua, dipimpin langsung oleh Jurkam Pusat, Walet Munir Kiran, Sabtu 10/5/2018.

Hadir pada acara tersebut, selain masyarakat Meurandeh Alue, Jurkam paslon no 2, Walet Kiran, Ketua Tim Pendukung dari Partai PAN Pijay Fakhruzzaman Hasballah (ketua PAN Pijay yang juga Wakik Ketua 1 DPRK), anngota DPRK dari PA, Gerindra, PAN, dan para timses.

Sebelum walet Kiran (sapaan Walet Munir Kiran) tampil di mimbar untuk memaparkan orasi politiknya, lebih dulu calon wakil bupati H.Said Mulyadi, SE M.Si membeberkan orasinya dihadapan ratusan massa pendukungnya. Dalam kesempatan tersebut, H.Said Mulyadi, yang akrab disapa Walet, mengupas realita kinerja Abuwa-Walet di masa empat tahun yang lalu.

Berbagai infrastruktur, pertanian dan pendidikan yang telah dijalankan merupakan wujud dari cita-cita masyarakat Pidie Jaya adalah buah fikir Abuwa-Walet.

“Sebagai bupati dan wakil bupati Pidie Jaya, saya bersama H.Aiyub Abbas, telah membangun berbagai infrastruktur, pendidikan, sdm dan pertanian. Secara nyata masyarakat Pidie Jaya telah merasakan manfaatnya” ucap Walet.

“Namun jika kali ini kami bisa dioercayakan kembali, insya Allah akan kami merancang program-program baru disamping menyelesaikan program lama yang masih tertunda. Terutama pada alokasi pertanian akan kami bantu seluruh masyarakat Pijay, termasuk membajak sawah dan membantu benih padi bibit unggul. Dan yang utama, akan kami ciptakan pendidikan sekolah umum di Pijay dengan menambah kurikulum pendidikan agama ke jenjang sekolah. Sehingga pendidikan ala Dayah bisa kita terapkan ke sekolah umum. Sekolah akan menjadi dayah, atau dengan sebutan Dayah terpadu atau Sekolah terpadu” sebut Walet.

Giliran Jurkam handal Walet Kiran menjelaskan, bahwa kinerja Abuwa-Walet empat tahun lalu bukanlah waktu yang singkat untuk menyerap seluruh aspirasi masyarakat Pidie Jaya. Maka berikan kepada beliau untuk memimpin kali kedua supaya bisa menuntaskan apa yang masih tertunda.

“Sebagai seorang pemimpin yang mesti kita acugkan jempol, Abuwa-Walet adalah figur yang telah berhasil membuat Pidie Jaya menjadi teladan bagi kabupaten lain, terutama dalam soal membuat Sekolah Terpadu dengan mata pelajaran Pendidikan Agama mesti diutamakan dengan jam pelajaran yang cukup.

Sebab untuk menambah jam pelajaran agama di sekolah umum sebagai kurikulum sekolah merupakan suatu hal yang luar biasa. Tidak semua daerah mampu melakukannya. Tapi hari ini, Pidie Jaya lewat kebijakan Aiyub Abbas dan H. Aiyub Abbas dan H. Said Mulyadi, Sekolah umum di Pijay akan jadi contoh sekolah umum lainnya. Terutama di Aceh yang bersyariat Islam.

Untuk itu, memilih pasangan nomor 2 sebagai pemimpin Pidie Jaya untuk priode kedua, adalah keputusan kita bersama agar rakyat Pidie Jaya bisa makmur dan sejahtera.” tutup Walet Kiran. (Is/hR)