Warga Diminta  Tetap Bersikap Positif

Aceh Timur. haba RAKYAT

 

Ketua Harian DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, Abd Hadi Abidin beserta rombongan, Selasa (1/5), menyalurkan bantuan masa panik kepada warga korban Bencana Sumur Minyak Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur.

Bantuan yang diberikan adalah dalam bentuk bahan kebutuhan pokok dan diterima secara simbolis oleh Camat Kecamatan Ranto Peureulak Saiful.

Pada kesempatan tersebut, Abd Hadi Abidin yang akrab disapa Adi Maros menyatakan bahwa KNPI Aceh ikut prihatin dan berduka atas Bencana Sumur Minyak yang telah menelan banyak korban jiwa di Ranto Peureulak.

Bencana ini hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak dan tidak boleh ada yang saling menyalahkan. Meskipun agak sedikit terlambat, namun sebagai bentuk perhatian dari Organisasi Pemuda, pihaknya turut memberikan sedikit bantuan berupa bahan kebutuhan pokok bagi warga yang menjadi korban.

Adi Maros berharap kepada warga Ranto Peureulak Aceh Timur untuk tetap bersikap positif dan tidak melakukan hal-hal yang dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru.

Karena, KNPI Aceh akan ikut berupaya untuk berkomunikasi dengan semua pihak, sehingga masyarakat dan aparat Gampong yang sudah di tahan dan ditetapkan sebagai tersangka, dapat dibebaskan secara hukum.

Hal ini mengingat kasus terbakarnya sumur minyak Ranto Peureulak sudah memenuhi unsur untuk ditetapkan statusnya sebagai Bencana Daerah. Sehingga, bencana ini harus diatasi secara bersama-sama dan saling bahu membahu, demikian Adi Maros.

Memang bantuan yang kami bawa tidak sebanding dengan duka yang dialami oleh masyarakat Ranto Peureulak. Tapi kami berharap semoga bantuan kami bisa bermanfaat,” kata Adi Maros.

Terkait beberapa insiden pasca Bencana Sumur Minyak seperti penangkapan terhadap warga dan aparat Gampong, Adi Maros berharap agar semua pihak bisa berfikir jernih dan tidak terburu-buru mengambil sikap.

“Tidak boleh ada yang saling menyalahkan. Ini adalah bencana. Semua pihak harus saling memaafkan dan mencari solusi yang terbaik untuk kedepan.

Pemerintah dan aparat penegak hukum juga harus lebih Arif dan bijaksana dalam menyikapi persoalan ini, sehingga masyarakat tidak semakin terlukai,” ujarnya. (Eddy/hR)