Angin Badai Landa Aceh Selatan, Perahu Pengangkut Pengunjung Wisata Pulau Dua Terbalik

Tim SAR Aceh Selatan, mengevakuasi korban yang terseret ombak di kawasan objek wisata Tuan Tapa, Senin (18/6). Dok. Foto : Imran/hR.

Tapaktuan, haba RAKYAT

 

Satu unit perahu pengangkut pengunjung ke objek wisata Pulau Dua, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, terbalik dihantam gelombang besar, Senin (18/6/2018) sore.

Hantaman gelombang  besar disusul angin kencang yang melanda Aceh Selatan sejak pukul 14.00 WIB itu menyebabkan 6 penumpang yang menaiki  perahu kecebur ke laut.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE mengatakan, ke enam pengunjung berhasil diselamatkan oleh personil Satgas SAR dan personil  Angkatan Laut (AL) yang sebelumnya telah stanbay di lokasi wisata Pulau Dua.

“Perahu terbalik selain akibat hantaman gelombang besar, juga disebabkan angin kencang. Namun, semua penumpang berhasil di evakuasi ke darat,” kata May Fendri kepada Media haba RAKYAT di Tapaktuan, Senin (18/6) malam.

May Fendri menyebutkan, sebelumnya angin kencang juga menyebabkan dua nelayan asal Gampong Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan, Arnis (31) dan Bondan (48) nyaris terombang ambing di laut lepas.

“Arnis bersama Bondan selamat dan berhasil dievakuasi oleh Quick Respon Team KPLP Tapaktuan bersama awak  KM Jasa Cahaya. Sementara, boat milik korban tidak ditemukan,” sebutnya.

Musibah boat karam tersebut terjadi di laut Gampong Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan, akibat badai kencang sekira pukul 14.00 WIB.

“Sekarang kedua nelayan tersebut sudah dibawa ke pelabuhan,” ujar May Fendri.

Dilaporkan juga, angin badai yang melanda Aceh Selatan juga menyebabkan dua nelayan asal Kecamatan Meukek,  Ramadhan (37) dan M. Arifin (35) yang menggunakan perahu tradisional  hilang di perairan Labuhanhaji

Menurut keterangan pihak keluarga, kedua korban pergi melaut sekira  pukul 04.00 WIB, biasa pulang pukul 14.00 WIB. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, kedua korban belum pulang kerumah.

Informasi yang diterima Satgas SAR Aceh Selatan, kedua korban telah ditemukan oleh nelayan dan masyarakat Gampong Pasie Meukek, Kecamatan Meukek, sekira pukul 19.00 WIB, seusai Magrib.

“Boat yang digunakan kedua korban mengalami mati mesin. Sekarang kedua korban telah berkumpul dengan keluarganya. Hanya saja kondisinya kelelahahan karena mendayung,” tutur May Fendri.

Dikatakan juga, sejumlah pengunjung objek wisata Tapak Tuan Tapa di kawasan gunung lampu, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, nyaris diseret ombak besar.

“Pengunjung asal Medan itu jatuh saat berselfie tiba – tiba saja datang ombak besar menarik korban, untung cepat dibantu oleh petugas siaga lebaran yang piket di lokasi objek wisata Tapak,” katanya lagi.

Sebelumnya, personil Satgas SAR Aceh Selatan dan TNI AL telah melakukan siaga di objek wisata Tuan Tapa, sejak Minggu bertepatan H +3 lebaran Idul Fitri 1439 H.

Penempatan personil Satgas SAR dan TNI AL di objek wisata relegius itu karena padatnya arus pengunjung yang ingin melihat dari dekat bekas Tapak milik Tuan Tapa.

Padatnya wisatawan yang berkunjung baik dari dalam Kabupaten Aceh Selatan maupun dari kabupaten tetangga, terjadi sejak Sabtu 16 Juni 2018.

“Penempatan personil bukan saja di objek wisata Tapak Tuan Tapa, melainkan juga di objek wisata Pantai Terbangan, Pantai Sibadeh dan Pulau Dua,” pungkas May Fendri. (Ran/hR)