Avanza Terjun Bebas kebawah Kolong Jembatan

Tapaktuan, haba RAKYAT

 

Satu unit mobil Avanza bernomor polisi BL 518 JN yang dikendarai Said Helmi (45), terjun bebas ke bawah kolong jembatan yang sedang diperbaiki di Gampong Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, Rabu (6/6/2018) siang.

Menurut keterangan, terjun bebasnya mobil Avanza ke bawah kolong jembatan tersebut, ketika hendak mengelak pengendara sepeda motor yang juga ingin melewati jembatan.

Akibatnya, Avanza warna putih yang dikendarai Said Helmi, warga Kluet Selatan yang meluncur dari arah Blangpidie itu hilang kendali dan langsung terjun bebas ke bawah kolong jembatan. Sehingga bodi Avanza bagian depan mengalami rinsek, kaca depan pecah dan bola stiur patah.

Pembangunan jembatan tanpa penjaga yang dikerahkan oleh rekanan itu telah menimbulkan kerugian bagi pemilik Avanza, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Namun, sejauh ini belum mendapat konfirmasi dari rekanan, terkait tidak adanya penjaga di lokasi pembangunan jembatan itu.

Hanya saja atas kejadian tersebut ruas jalan Tapaktuan – Blangpidie itu mengalami macet. Namun kemacetan tidak berlangsung lama, karena personil Dinas Perhubungan Aceh Selatan mendatangi lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.

Begitu juga, Avanza yang mengalami rusak berat tersebut ditarik dari kolong jembatan oleh truck derek dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan.

“Saat saya melintas tidak ada penjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas,” kata Said Helmi kepada wartawan di lokasi kejadian.

Untuk menuntut kerugian, tambahnya, pihaknya akan terlebih dahulu mencari solusi dengan cara duduk bermusyawarah dengan pihak terkait. “Atas kerugian ini, kita akan bermusyawarah dulu,” imbuhnya.

Pembangunan jembatan lintasan jalan negara Tapaktuan – Blangpidie yang dibangun pada awal tahun 2018 itu, sebelumnya juga dikeluhkan pengguna jalan. Bahkan, warga menuding pembangunan jembatan dari sumber APBA itu terkesan asal jadi, tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan.

“Seharusnya setiap adanya pembangunan jembatan di lintasan jalan negara, setidaknya ada satu atau dua orang yang mengatur arus lalu lintas untuk menghindari kecelakaan,” ungkap seorang pengguna jalan.

Selain tidak ada penjaga, lanjutnya, kondisi badan jalan sebelum mencapai jembatan atau penurunan bukit dipenuhi lumpur sehingga rawan tergelincirnya kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Pembangunan jembatan itu memang jelas – jelas terkesan asal jadi dan mengabaikan keselamatan nyawa pengguna jalan,” pungkasnya. (Ran/hR)