KIP Aceh Tengah,  “Sosialisasikan Mekanisme dan Syarat Pencalonan Pemilu Tahun 2019”

Sofyan selaku Sekertaris KIP Aceh Tengah, ketika memberikan keterangan saat ditemui wartawan terkait tahapan Pileg dan Pilpres 2019, Rabu (6/6) diruangan kerjanya. (Foto : Erwin/hR) 

Aceh Tengah, haba RAKYAT

 

Dalam Pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, KIP Aceh Tengah telah melaksanakan tahapan “Sosialisasi Mekanisme dan Syarat Pencalonan Pemilu Tahun 2019.” Hal itu disampaikan dan dibenarkan oleh Sekertaris KIP Sofyan, Rabu (6/6) di ruangan kerjanya.

Mengacu pada keterangan press rilis yang diterbitkan secara resmi oleh KIP Aceh Tengah, Sofyan menyebutkan isi tentang mekanisme tahapan dan agenda yang telah berlangsung Kemarin.

“Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (5/6/2018) di Aula Kantor KIP setempat menggelar Sosialisasi Mekanisme  dan Syarat Pencalonan serta Bimbingan tekhnis Penggunaan Aplikasi Pencalonan pada Pemilihan Umum Tahun 2019, acara dibuka oleh Ketua KIP Aceh Tengah Marwansyah, S. Hi dan dihadiri oleh pimpinan/ tim penghubung dan operator aplikasi pencalonan masing masing partai politik peserta pemilu Tahun 2019.

Terkait pencalonan pada pemilu Tahun 2019 Marwansyah menjelaskan  mekanisme pencolan diantaranya,  waktu pengajuan calon selama 14 hari mulai tanggal 4 s/d 17 Juli 2018 pukul 08.00s/d 14.00.pada setiap hari  “Pengajuan calon hanya sekali namun konsultasi terkait pengajuan calon boleh berkali kali”, kata Marwan.

Lebih lanjut disampaikan Marwan, dalam sosialisasi itu. Dokumen pencalonan dianggap sah apabila pengajuan itu ditanda tangani oleh pimpinan partai sesuai tingkatan dan dicap basah. Terkait jumlah calon, kata Marwan maksimal seratus persen dari jumlah alokasi kursi setiap daerah pemilihan dan ada keterwakilan perempuan.

Pada kesempatan yang sama Komisioner KIP Kabupaten Aceh Tengah  Ir. Ivan Astavan Manurung menyampaikan. Diantara syarat calon anggota DPR Aceh dan DPRK Aceh Tengah Pemilu Tahun 2019 adalah calon telah berumur dua puluh satu tahun atau lebih terhitung sejak penetapan Daftar Calon Tetap dengan dokumen pembuktiannya fotokopy KTP elektronik, berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, atau sekolah lain yang sederajat dan Mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara,Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian, Kepala Desa dan Perangkat Desa, Direks, Komisariss, Dewan Pengawas, dan/atau Karyawan pada BUMN/BUMD, atau Badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara.

Sementara itu Komisioner Panwaslu Aceh Tengah Maryeni S, Hut menyampaikan harapannya dalam pencolonan parpol agar tidak main main. Dalam artian, jangan mengirimkan calon yang bermasalah, contohnya ijazah palsu. Harapan yang sama juga disampaikan Win Yusri Rahman, M. Pd Komisioner Panwaslu Aceh Tengah ia hanya menambahkan selain mengirimkan calon yang tidak bermasalah pihaknya juga menghimbau parpol untuk selalu mematuhi ketentuan terkait pemasangan alat praga kampanye,” Demikian papar Sofyan membacakan rilis yang telah diterbitkan oleh KIP Aceh Tengah, melalui sumber penulis bernama Al Ikhwan selaku Staf Sekertariat KIP Aceh Tengah.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait fasilitas adalah tugas mereka membantu dan melayani, selaku pihak sekertariat untuk memenuhi kebutuhan Komisioner,  namun untuk kebijakan dan keputusan tekhnis ada di pihak Komisioner sebagai penentu. Sofyan juga menyampaikan tentang segala sesuatu yang tidak tertera dalam keputusan, apabila ada permasalahan maka akan di adakan rapat Pleno bersama Komisioner dan akan dijalankan sesuai keputusan Komisioner, tutup Sofyan menerangkan. (Erwin/hR)