Polda Aceh Diminta serius Tangani Dugaan Korupsi Dana Beasiswa

Ketua HMI Cabang Langsa Hamid

Foto,,Eddy

Langsa, haba RAKYAT

 

Ketua HMI Cabang Langsa Hamid meminta aparat Kepolisian dari Jajaran Polda Aceh untuk serius dalam menangani perkara dugaan korupsi dana Beasiswa Mahasiswa, yang terindikasi melibatkan beberapa oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Dalam penanganan kasus pemotongan beasiwa ini kami nilai masih Jalan di tempat,karena sampai sekarang belum adanya status hukum dengan belum di tetapkannya tersangka kasus beasiswa tersebut.

“Kami minta keseriusan aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini, “tutur Hamid, kemarin.

“Kami mempertanyakan bagaimana kinerja Polda Aceh terkait kasus ini. Sudah berapa lama kasuh ini bergulir, tetapi tahapannya masih saja di tingkat penyelidikan dan belum ada perkembangan yang signifikan.

Padahal Rakyat Aceh sangat berharap kepada pihak Kepolisian, agar kasus dana beasiswa ini bisa diusut secara tuntas dan tidak berlarut-larut,”

Kami berharap Polda Aceh harus punya nyali dalam menuntaskan berbagai kasus dugaan korupsi beasiswa di Aceh, walaupun indikasi pelakunya oknum pejabat dan oknum anggota DPRA maupun keluarganya, serta orang-orang terhormat lainnya.

“Jangan hanya yang di proses secara hukum hingga tuntas adalah orang-orang yang berada di level kelas bawah saja. Ini penting demi menjaga wibawa lembaga Kepolisian khususnya Polda Aceh.

Sehingga tidak terkesan tebang pilih dalam proses penegakan hukum di Aceh,” kata Hamid.

Memang dalam melakukan proses Hukum kepolisian Polda Aceh perlu kehati-hatian dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana beasiswa yang terindikasi melibatkan beberapa oknum anggota DPRA.

Seharusnya Polisi sudah bisa meningkatkan proses penyelidikan ke tingkat penyidikan hingga penetapan status tersangka terhadap pelaku.

Apalagi jika berbagai alat bukti dan saksi sudah cukup, maka polisi tidak perlu menghabiskan waktu sia-sia untuk menetapkan status tersangka.

“Kita bukan bermaksud melakukan intervensi atau mencampuri kinerja Kepolisian. Tapi sebagai salah satu komponen masyarakat, kami berkewajiban mengingatkan sekaligus melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepolisian,” ujar nya..

Karenanya, Hamid meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh agar bekerja lebih keras dan tetap serius mengusut tuntas dugaan korupsi dana beasiswa dimaksud.

Selain itu, polisi juga harus segera menetapkan beberapa oknum anggota DPRA sebagai tersangka dalam perkara itu, jika semua unsur telah terpenuhi.

“Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat harusnya Polisi bisa bekerja lebih cepat dan tepat dalam penanganan berbagai kasus korupsi yang ada di Aceh, Terang Hamid.

Kita juga mendorong kinerja Kepolisian di Polisi Daerah (POLDA) Aceh untuk benar-benar menuntaskan kasus dugaan korupsi beasiswa ini, dan saya yakin bahwa lembaga Kepolisian tidak bisa di intervensi walaupun kasus ini melibatkan para oknum pejabat dan oknum anggota DPRA.

Polisi berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat,saya percaya itu Karena Kepolisian pasti bekerja profesional,” tutup Hamid.(Eddy)