SAATNYA DATOK PENGHULU MENJADI “BENTENG” PILKADA DAMAl

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa SIK dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang saat Acara Pembukaan Sosialisasi Harkamtibmas bagi Datok Penghulu (Kepala Desa-red) dan perangkat Kampung se Kecamatan Manyak Payed di Gedung PHR Tualang Cut. (Foto / hR / Eddy)

Tualang Cut, haba RAKYAT

 

Catatan : Eddyanto,SST

(Jurnalis Media Termal Online – Aceh)

 

 “BERSAMA POLRI WUJUDKAN PILKADA DAMAI 2018 “. Inilah Tema sentral yang digaungkan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dalam upaya membangkitkan partisipasi masyarakat dan semua pihak guna menyukseskan dan mewujudkan Pemilihaan Kepala Daerah (Pilkada) Damai Tahun 2018.

 

Tema ini sangat tepat dan relevan, ditengah cukup tingginya kerawanan-kerawanan serta resiko konflik dari sebuah pesta demokrasi baik untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada), Pemilu Legisaltif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) di tanah air.

 

Dengan Tema sentral ini pulalah yang menjadi harapan POLRI  dalam menggandeng para jurnalis nasional maupun daerah baik media Cetak, Online dan Televisi (TV) untuk menuangkan ide ide kreatifitas mereka menyuarakan Pilkada Damai dalam Karya  Jurnalistik  Anugerah Jurnalistik Polri Tahun 2018.

 

MUMPUNI

 

Keberadaan dan peran para jurnalis dalam menyuarakan serta mengajak masyarakat tanah air untuk mewujudkan Pilkada Damai ,Pileg dan Pilpres yang damai dan bermartabat bersama sama dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dinilai sangat “mumpuni “ untuk memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada publik / masyarakat.

 

Sekilas merunut kebelakang, sebuah refleksi sejarah, Napoleon Bonaparte pernah mengatakan bahwa “ saya lebih takut menghadapi satu pena wartawan daripada seribu bayonet musuh ”. Bagi kita, ungkapan itu hiperbolik, tapi tidak bagi seorang Napoleon Bonaparte.

 

Dia telah membunuh banyak tentara musuh, lawannya telah dia taklukkan. Ternyata tentara musuh itu biasa saja. Mereka mati dengan timah panas peluru.

 

Bagi dia yang lebih membahayakan adalah wartawan /jurnalis. Peluru peluru yang ditembakkan wartawan adalah huruf huruf yang membentuk kata, Kata membentuk kalimat. Bedanya, jika peluru timah panas mengenai badan, tapi peluru huruf itu mengenai otak.

 

Dari otak itu mengubah Kognisi .Dari Kognisi mengubah Afeksi dan Psikomotorik. Lambat laun, wartawan pun bisa menggerakkan banyak orang se-Kampung, se- Kota,se-Propinsi ,se- Bangsa dan bahkan se-Dunia.

 

Satu kalimat yang ditembakkan wartawan  akan mengenai ribuan bahkan jutaan orang. Sungguh Dahsyat .

 

Itulah ,kenapa pers sangat penting , dia berperan sebagai alat kontrol sebuah negara. Bahkan media digadang gadang menjadi pilar demokrasi  setelah Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif.

 

Pemikiran Napoleon Bonaparte Ini membuktikan bahwa tulisan atau kata dari seorang wartawan atau jurnalis sangat memiliki peran penting dalam membentuk opini publik termasuk dalam konteks Pilkada Damai ini.

 

Karena dahsyatnya tulisan tulisan wartawan ini, POLRI bersinergi dengan menggandeng jurnalis dalam mewujudkan Pilkada Damai 2018 ini .

 

TAHUN POLITIK

 

TAHUN 2018 dan 2019 mendatang, merupakan tahun politik dimana masyarakat Indonesia di seluruh penjuru tanah air melaksanakan pesta demokrasi  hajatan besar bangsa baik tahapan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada), Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Presiden (Pilpres).

 

Sebagaimana harapan kita bersama, tentunya, pesta demokrasi ini harus berlangsung sukses, aman damai serta  demokratis.  Demi suksesnya hajatan pesta demokrasi ini, dukungan dan partisipasi aktif semua pihak dan komponen masyarakat menjadi kunci utama.

 

Pihak penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan turunannya ,di back-up (dibantu) Polri dan TNI serta elemen lainnya harus bahu membahu dan bersinergi guna menyukseskan tanggungjawab besar bangsa ini.

 

“Mewujudkan pilkada yang demokratis, aman dan damai merupakan tanggungjawab kita bersama  seluruh komponen masyarakat bukan semata-mata hanya dibebankan kepada pemerintah, Polri maupun TNI,”sebagaimana penegasan Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa SIK yang terekam Media haba RAKYAT Online saat memberikan amanat serta pengarahan kepada para Datok Penghulu (Kepala Desa-red ,sebutan lain untuk Kepala Desa di Aceh Tamiang ) , Senin , 3 Februari 2018 di Gedung PHR (Pertemuan-red) Tualang Cut Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.

 

Dalam kegiatan bertajuk HARTIBMAS (Pemeliharaan Ketertiban Masyarakat) tersebut  juga tampak hadir unsur pejabat Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Manyak Payed ,Camat Manyak Payed Wan Irwansyah ,Kapolsek Manyak Payed Ipda Ridho Rizky Ananda STK, Danramil Manyak Payed Kapten Inf Arif Bima Tejo serta para perwira Polri jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kota  Langsa dan perangkat Kampung dalam 36 kampung se Kecamatan Manyak Payed serta Mukim.

 

WASPADA

 

Pemilu Kepala Daerah (Pilkada), Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Presiden (Pilpres) sangat rentan konflik bahkan bisa memunculkan perpecahan serta disintgrasi ditengah tengah masyarakat bahkan lebih luas lagi disintegrasi Bangsa. Karena itu ,semua pihak diminta  meningkatkan kewaspadaan serta tanggungjawab besar dalam menyikapi pesta demokrasi ini.

 

Kewaspadaan, mampu membaca situasi , pro aktif serta saling bersinergi dengan POLRI ,TNI dan elemen masyarakat lainnya menjadi kunci utama demi terwujudnya Pilkada Damai yang demokratis dan bermartabat.

 

Disinilah peran dan tanggungjawab Datok Penghulu (Kepala Desa-red) sangat vital sebagai “ benteng “ suksesnya Pilkada Damai,”tegas Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa.

 

Sebagai orang yang paling paham dan tahu keadaan lingkungan Kampung/ desanya serta karakter warga, Tegas Kapolres, Datok Penghulu punya nilai lebih untuk mewujudkan sukses tidaknya misi Pilkada Damai.

 

“Disinilah dituntut kenetralan dan bijaknya Datok Penghulu dalam menyukseskan pesta demokrasi di Kampung/desanya ,”sebut AKBP Satya Yudha Prakasa seraya menambahkan  juga pentingnya Komunikasi Politik dengan semua pasangan calon atau kontestan serta warga dan komponen lainnya harus berjalan baik, tidak memihak dan saling bersinergi.

 

KOMUNIKASI POLITIK

 

“Seorang Datok Penghulu (Kepala Desa-red)  harus memiliki Komunikasi Politik yang baik dan akur dengan semua pihak sehingga mendorong suksesnya pesta demokrasi ini dengan baik sehingga nantinya bermuara pada keberlanjutan pembangunan Aceh khususnya maupun tanah air umumnya baik sekarang dan dimasa masa mendatang menuju arah yang lebih baik lagi.

 

Perwira yang memiliki pangkat dua melati di pundak ini juga berpesan hindari segala bentuk kecurangan dan keberpihakan kepada para pasangan calon atau kontestan Pilkada, Pileg atau Pilpres, karena bila itu yang terjadi dan dilakukan oleh Datok Penghulu, jangan harap pemimpin yang baik dan jujur akan lahir dari “rahim pesta demokrasi”  yang kita dambakan ini .

 

Demikian pula, pemimpin yang terpilih dalam pesta demokrasi tersebut, harus di dudukung dan dihargai .

 

”Kontestan itu sebelum terpilih, kalau sudah terpilih, mari hormati siapapun pemimpinnya,”harap Kapolres AKBP Satya Yudha Prakasa.

 

Disisi lain, dalam pertemuan yang cukup bermakna tersebut, Kapolres Langsa ini juga mengingatkan para Datok Penghulu dan perangkat Kampung serta masyarakat Kecamatan Manyak Payed untuk selalu mewaspadai makin maraknya predaran Narkoba di wilayah hukum kita.

 

Kecamatan Manyak Payed ini merupakan jalur lintas darat maupun perairan dimana situasi dan kondisi ini sangat rawan dan dimanfaatkan oleh bandar bandar dan pengedar narkoba baik ganja maupun sabu sabu untuk merusak generasi muda kita.

 

Bahkan kejahatan narkoba diwilayah hukum Polres Langsa ini bukan saja skala nasional tapi sudah melibatkan jaringan internasional seperti Cina dan Malaysia.

 

“Karenanya, kita semua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan yang satu ini ,”pesan Kapolres. Semoga. (Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Jurnalistik – Anugerah Jurnalistik Polri Tahun 2018)