Tanggapi Isu Krusial di Medsos, Dinkes Himbau Masyarakat

Sekda Aceh Tengah, Karimansyah I SE.MM, Dr. Yunasri, M.Kes Kabid Pelayanan SDK dinas Kesehatan, Kadis Pangan Ir. Nasrun Liwanza, Kadis Disperindagkop Aceh Tengah Syukruddin dan jajaran dinas terkait, saat melaksanakan Sidak Pasar Swalayan di Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (7/6). Dok. Foto : Erwin/hR.

Aceh Tengah, haba RAKYAT

 

Selama moment Ramadhan 1439 H – 2018 M, masyarakat Kabupaten Aceh Tengah terlihat mulai intensif dan lebih selektif (Sungguh-sungguh dan hati-hati) dalam memilih dan berbelanja takjil serta panganan untuk kebutuhan berbuka puasa lainnya. Hingga segala sesuatu hal menyangkut kualitas makanan diperbincangkan dalam postingan media sosial, Netizen juga tidak luput memberikan komentar pro dan kontra dalam membahas topik tersebut.

Salah satu postingan pengguna sosial yang dianggap sebagian netizen harus disikapi Pemerintah Daerah dan Dinas Terkait, adalah tentang Lontong menggunakan kemasan daun yang diduga bermasalah, serta peredaran beras yang diduga netizen mengandung plastik, Kamis (7/6/2018).

Postingan tersebut dari salah satu akun facebook milik warga Aceh Tengah, namun postingan tersebut telah dihapus beberapa jam setelahnya, dengan keterangan pos baru bahwa dinas terkait khususnya dinas Kesehatan sudah menanggapinya dan ia berharap agar “Diskes bisa menemukan kandungan apa yang ada dalam lontong tersebut,” tulisnya.

Untuk tindak lanjut tentang keresahan masyarakat melalui vidio yang beredar, pihak Dinas Kesehatan Aceh Tengah diwakili oleh Nurhayati Fitri selaku Kasi kefarmasian, mengatakan bahwa pihak mereka akan melakukan survey kelapangan.

“Itu belum bisa kita pastikan beritanya hoax atau benar, belum bisa kita pastikan dan saya belum lihat sampai saat ini vidionya, jadi saya belum bisa memberikan keterangan yang jelas. Sebagai tindak lanjutnya kita akan survey kelapangan, kita akan cari siapa pengusahanya, terus siapa yang memakan apakah terindikasi ada keracunan atau nanti (Di uji Red-) dipengolahanya.

Sampai saat ini itu beritanya belum sampai ke saya, cuma saya dengar kabarnya baru seperti ini dan saya belum melihat sampelnya, jadi saya belum bisa menyimpulkan apakah itu termasuk lontong yang berbahaya dikonsumsi masyarakat,” katanya menerangkan, usai melaksanakan Sidak Pasar di salah satu Swalayan bersama dinas terkait dan pemda Aceh Tengah, Kamis (7/6) di kota Takengon.

Nurhayati Fitri selaku Kasi Kefarmasian Dinkes Aceh Tengah, didampingi Kadis Pangan Aceh Tengah Ir. Nasrun Liwanza MM, saat menanggapi isu krusial (Gawat/genting) yang beredar dimasyarakat usai sidak pasar, Kamis (7/6). Foto : Erwin/hR.

Dirinya juga menambahkan pihaknya akan cek sampelnya, terkait ada dugaan masyarakat bahwa bahan dasar lontong (Beras) mengandung plastik. Lebih jauh Nurhayati menjelaskan pihak dinas Kesehatan Aceh Tengah, secepatnya menanggapi dan akan membentuk tim Investigasi serta berkoordinasi dengan pihak atasan.

Terkait isu yang sama, Kabid Pelayanan SDK dari dinas Kesehatan Aceh Tengah, Dr. Yunasri, M.Kes, disampaikan melalui fasilitas WhatsApp kepada Media haba RAKYAT, menghimbau masyarakat agar melaporkan segala sesuatu tentang indikasi mencurigakan dan tidak hanya memberitakan di media sosial.

Sehubungan dengan temuan masyarakat adanya makanan yang dicurigai mengandung plastik atau zat berbahaya bagi kesehatan seperti formalin, boraks, methanil yellow dan rhodamin B, agar segera melapor ke satgas pangan Kabupaten Aceh tengah, gabungan skpk terkait antara lain dinas pangan, kesehatan, perdagangan, pertanian/peternakan, perizinan, satpol pp, perikanan dan polres Aceh tengah.

Hari ini tim satgas pangan  (BACA BERITA TERKAIT : Sidak Pasar, Sekda berharap Pedagang Komitmen) dalam rangka menyambut Idul Fitri 1439 H, sidak ke swalayan melihat apakah ada produk-produk makanan dan minuman yang kadaluarsa, tidak layak konsumsi dan tidak punya izin pangan.

Kegiatan ini secara berkala di laksanakan agar masyarakat Aceh Tengah terbebas dari zat-zat berbahaya pada makanan dan minuman. Sekali lagi kami menghimbau selalu waspada terhadap lingkungan kita dan melaporkan kepada sat pangan, apabila mencurigai adanya pangan yag tidak aman, tidak sehat dan tidak higenis,” Demikian pesan yang disampaikan Dr. Yunasri kepada masyarakat. (Erwin/hR)