Team Gabungan Ungkap Jaringan Sindikat Internasional Narkoba

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Drs. Eko Daniyanto, dalam konferensi pers di Mapolres Langsa, Sabtu (9/6/2018). Foto : Eddy/hR.

Langsa, haba RAKYAT

 

Team Gabungan Satuan Tugas (Satgas) NIC Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh serta Kantor Wilayah (Kanwil) Derektorat Jenderal Bea Cukai Aceh dalam 10 hari berhasil mengungkap jaringan sindikat Internasional peredaran gelap Narkoba jenis sabu dan Happy Five (H5).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Drs. Eko Daniyanto, dalam konferensi pers di Mapolres Langsa, Sabtu (9/6/) menuturkan, informasi tentang keberadaan sindikat jaringan Internasional Malaysia akan membawa Narkoba jenis sabu ke Bintan, Tanjung Pinang, Pulau Batam pada tanggal 30 Mei 2018.

Kemudian Satgas I – NIC Bareskrim Polri menindaklanjuti serta menganalisa IT jaringan tersebut. Dari situ kemudian dilakukan penindakan dan penangkapan, alhasil Team menemukan Barang Bukti (BB) sabu seberat 8 kg dan membekuk 3 orang tersangka yang berinisial AW, EC dan AR.

“Dari hasil pengembangan TKP I dan analisa IT, terindikasi bahwa sindikat kelompok Aceh akan membawa Narkoba dari Penang Malaysia, pada tanggal 3 Juni 2018, sekitar pukul 16.00 WIB, di TKP II diperairan Idi Rayeuk Aceh Timur sekitar 35 mil laut,” ujarnya.

Dari situ, lanjutnya, tim berhasil mengamankan 3 orang tersangka masing-masing I alias H, MA alias R, dan M alias T dengan barang bukti sebanyak 11 kg sabu dan satu unit Boat.

Dijelaskannya, hasil introgasi dan analisa jaringan IT 04, Juni 2018 sekitar pukul 09.18 WIB, berhasil ditangkap R alias M dengan barang bukti 30 kg narkoba jenis sabu dan 20.000 butir H5 di Dusun Blang Mee, Kelurahan Seunebok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Selanjutnya, Satgas NIC dibek,.up Timsus Narkoba Polda Aceh, melakukan pengembangan pada 08 Juni 2018 sekitar pukul 18.30 WIB, dan berhasil menangkap dua orang tersangka lagi yang berinisial F dan A, di perairan Idi Aceh Timur dengan barang bukti seberat 50 kg sabu serta 1 unit boat.

” Kemudian terhadap jaringan tersebut diatas, Tim melakukan pengembangan dan kembali berhasil menangkap dua orang tersangka atas nama AH Alias H, RM Alias Y, dan M Alias Barat yang berperan sebagai penyedia Kapal beserta ABK dan penghubung jaringan di Penang Malaysia,” jelasnya.

Dari operasi itu, total barang bukti yang disita sebanyak 99 kg sabu dan 20.000 butir H5. RTL Satgas NIC Bareskrim Polri dan Teamsus Narkoba Polda Aceh masih melakukan pengembangan terhadap para pengendali dan pemodal sindikat perusak generasi penerus bangsa. (Eddy/hR)