Warga Keluhkan “Makan Debu” Proyek Jalinsum

Tampak sejumlah pekerja proyek 
pembangunan pelebaran jalinsum di Jalan Prof Madjid Ibrahim Gampong Matang Seulimeng, Kec Langsa Barat, yang dinilai lamban dan warga mengeluh selalu makan debu. (Foto : Eddy/hR)

LANGSA, haba RAKYAT

 

Warga sepanjang jalan Prof Madjid Ibrahim, Medan – Banda Aceh, Gampong Matang Seulimeng,
Langsa Barat mengeluhkan selalu “makan debu” akibat pembangunan
proyek pelebaran jalinsum.

“Warga selalu kebagian makan debunya saja ini, dan proyek pembanguna
jalan aspal tak kunjung selesai,”ungkap Amin.

Masih menurutnya, mega proyek jalan aspal tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan yang sudah ternama dalam bidang pengaspalan, namun kita sangat menyayangkan sejauh hari ini tak selesai juga pembangunan
jalan dimaksud.

“Dampaknya bagi kami yang berada disepanjang jalan tersebut selalu dalam kondisi dimana pada saat terik matahari selalu kebagian debu sedangkan pada saat turun hujan maka otomatis jalanpun becek,” terang Amin.

Hal senada juga disampaikan, Nur, salah seorang pedagang, menyatakan  sejak adanya pembangunan jalan tersebut omzet dagangannya turun drastis dan semua makananya pada kena debu dari pembangunan
jalan tersebut.

“Kami bukanya antipati terhadap pembangunan, namun kami berharap pekerjaannya disegerakan mengingat masih banyak pedagang yang berjualan disepanjang jalan nasional itu, dan dalam waktu dekat juga lebaran diambang pintu tidak salahnya bila jalan tersebut dipacu kerjaannya,” pinta Nur.

Sementara itu secara terpisah wartawan mencoba meminta klarifikasi kepada pihak rekanan namun belum juga berhasil, sedangkan pekerja lapangan yang ditemui enggan memberikan komentar terhadap hal tersebut.

“Maaf pak kami orang lapangan tidak punya kewenangan untuk memberikan keterangan kepada pihak media, coba tanya pimpinan saja,” tandas salah seorang pekerja. (Eddy/hR)