FRAKSI PILKADA Gelar Diskusi Kemerdekaan Dalam Bingkai Demokrasi

Koordinator Fraksi Pilkada Zubaidah Azwan. (Foto : Ida/hR)

Banda Aceh, haba RAKYAT

 

Forum Aksi Bersih Pemilu dan Pilkada Aceh (FRAKSI PILKADA) melaksanakan diskusi publik pada Selasa, 18 Agustus 2018 di Keude Aceh Kupi (KKA), Banda Aceh.

Diskusi publik yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta terdiri dari: Ketua Ormas/OKP, pimpinan LSM, Organisasi Mahasiswa, Aktivis Perempuan dan sejumlah tokoh masyarakat tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mengangkat tema “kemerdekaan dalam bingkai demokrasi”. Hal tersebut dikatakan Koordinator Fraksi PILKADA, Zubaidah Azwan.

 

Diskusi yang dipandu oleh moderator Cut Intan Arifah (Ketua KOHATI BADKO HMI Aceh Demisioner) Menghadirkan narasumber yaitu: Cut Asmaul Husna, S.Ag, M.M (Aktivis Perempuan Aceh), Abdul Razak (Ketua Badko HMI Aceh), Zulfata (Penulis Muda/ Akademisi).

 

Cut Asmaul Husna dalam paparan materinya mengatakan bahwa kemerdekaan harus membuka peluang yang profesional bagi ruang gerak perpolitikan perempuan, sehingg perempuan tak terkesan seperti konodity pilitik yang hanha digunakan sebagai pelengkap quota perempuan menjelang pemilu legeslatif, dan jika rung gerak politik perempuan telah stabil, maka disitulah letak kemerdekaan politik yang sesungguhnya 

 

Sementara Zulfata mengatakan bahwa salah satu ciri warga negara yang merdeka adalah warga terus mengevaluasi status kemerdekaa negaranya, sehingga perwujudan kemerdekaan negaranya secara totalitas dapat diraskaan oleh seluruh rakyatnya tanpa sekat status jabatan politik dan ekonomi.

 

Abdul Razak, ketua BADKO HMI Aceh juga memberikan penegasan bahwa pemuda harus menjadi tameng utama dalam menciptakan warga negara yang selalu menjaga kedaulatan negaranya dari praktek demokrasi yang tak berkeadaban.

 

Sekretaris Fraksi pilkada, Darlis aziz dalam sambutannya juga menambahkan bahwa pentingnya konsistensi aktivis politik ataupun politisi di dalam kancah perpolitikan, konsistensi menunjukkan kemerdekaan seorang politisi karena tidak menjual ideologi untuk kepentingan pribadi.

 

Dia menunjukkan contoh di Turki sangat jarang orang yang loncat partai karena faktor kekecewaan atau karna konflik. aktifis yang bergabung dengan parpol betul-betul mengikuti dan  memperjuangkan platform politiknya. Jika sudah tidak sesuai maka mereka keluar dan mendirikan partai baru atau memilih tidak berpolitik lagi.

 

Menutup forum diskusi ini Zubaidah Azwan juga menyampaikan terimakasih kepada semua Audien  dan Para Narasumber yang sudah hadir berdiskusi. Ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai generasi bangsa dalam berkonstrubusi untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Fraksi pilkada juga mengajak semua Pihak baik Ormas maupun OKP untuk terus bersama – sama mendorong proses pemilu yang berkeadilan, damai dan bermartabat.

 

Jangan pernah berputus asa, ayo bangkit dan torehkan peradaban yang lebih baik.  mari kita maknai Kemerdekaan dengan mempererat persaudaraan kita dalam satu bingkai NKRI, Pancasila dan Merah Putih. Dirgahayu Republik Indonesia, salam demokrasi, tutupnya. (Ida/hR)