AMR PELAKU PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP SEORANG NENEK TERANCAM 45 BULAN PENJARA DAN 45 CAMBUKAN

Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Boby Putra Ramadan Sebayang memperlihatkan barang bukti 1 buah baju  milik korban dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang Nenek. (Dok. Foto: Sukma).

Nagan Raya – haba RAKYAT.

 

Terkait kasus pelecehan sekseual terhadap seorang nenek yang dilakukan AMR (59), Polres Nagan Raya Rabu (06/02/19) menggelar koferensi pers menjelaskan kronologis kasuh yang menyita perhatian  warga Nagan Raya khususnya.

Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto SH S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Ramadan Sebayang S.Ik kepada awak media menjelaskan, kasus itu terjadi pada 5 Januari 2019 lalu.

Menurut Boby, hari itu tersangka yang tercatat sebagai warga Gampong Krueng Ceuko Kecamatan Seunagan Nagan Raya mendatangi rumah nenek berusia 70 tahun di Gampong Blang Pu’uk Kulu dengan alasan ingin menjumpai anak nenek tersebut.

Nenek itu mengatakan kalau anaknya tidak berada dirumah sementara ia sendiri mau kerumah sakit untuk berobat karena kurang sehat. Penjelasan sang nenek itu dimanfaatkan oleh AMR untuk berbuat kurang baik.

Lalu tersangka menawarkan diri untuk mengurutnya tapi korban menolak karena ingin menunaikan Ashar, tapi tersangka memaksanya dengan memegang bahu nenek sambil mengurutnya.

Kemudian tambah Boby, tersangka meminta korban duduk di sebuah kasur depan kamar. Sambil mengurut-urut, tersangka memasukkan tangan kanannya dari bawah baju daster hingga selangkanggan dan menyentuh kemaluan sehingga korban berteriak.

Teriakan korban membuat tersangka terkejut dan menarik tangannya dari dalam baju daster korban kemudia pergi.

Setelah itu masih menurut Boby, korban melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya dan oleh keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nagan Raya guna dilakukan proses lebih lanjut.

“Bedasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi serta barang bukti, penyidik menetapkan AMR sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan,” kata Boby Minggu malam (04/02/19).

Atas perbuatan itu tersangka, akan dijerat Pasal 46 Qanun Aceh No: 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman 45 kali cambuk dan denda maksimal 450 gram emas murni dan kurungan penjara maksimal 45 bulan. (Sukma/hR)