BDK Aceh Gelar DDWK Bagi Guru Madrasah di Aceh Utara

Kasi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Munzir, M.Pd mewakili Kakankemenag Aceh Utara, H. Salamina, MA saat memberikan sambutan dan membuka Diklat Teknis Substantif Publikasi Ilmiah Bagi Guru Madrasah Angkatan-XI DDWK yang diselenggarakan BDK Aceh di lingkungan Kemenag Aceh Utara. (Photo/hR/Yoes).

Aceh Utara – haba RAKYAT.

 

Sejumlah guru madrasah, jenjang Madrasah Ibttidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Utara mengikuti Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh. Diklat Teknis Substantif Publikasi Ilmiah Bagi Guru Madrasah Angkatan-XI berlangsung selama enam hari, mulai 8 hingga 13 April mendatang, yang dipusatkan di MIN 6 Aceh Utara.

Diklat ini mengusung tema, “Melalui Pelaksanaan Diklat Teknis Substantif Publikasi Ilmiah Bagi Guru Madrasah Angkatan-XI DDWK di Kemenag Aceh Utara, Kita Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalitas Guru”.

Sebelum acara dimulai, para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dipimpin Yusniar, salah seorang peserta dan dilanjutkan dengan pembacaan 5 Nilai Budaya Kerja Kemenag yang dipimpin salah seorang anggota panitia Bidang Sarana Prasarana, Reza Maulana, S.Pd.I. Selanjutnya, acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Husaini Isra, S.Pd. Demikian amatan haba RAKYAT, Senin (8/4).

Ketua Panitia Pelaksana, Zahrul Buadi, S.Sos dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta pada Diklat ini sebanyak 40 orang guru madrasah dilingkungan Kankemenag Aceh Utara.

Tenaga pengajar yang dihadirkan terdiri dari Pejabat Struktural dan Fungsional yang berkompeten di bidangnya serta Narasuimber atau Widyaiswara dari BDK Aceh yang bersertifikat nasional. Diklat Teknis Substantif Publikasi Ilmiah Bagi Guru Madrasah Angkatan-XI DDWK, yang dilaksanakan tanggal 8 s/d 13 April 2019 ini, menggunakan pola 50 jam pelajaran, ungkap Zahrul Buadi.

“Peserta yang telah menyelesaikan seluruh program diklat dan memperoleh nilai sesuai ketentuan akan diberikan sertifikat serta diharuskan melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) selama 1 bulan”, tegasnya.

Sementara itu, Kakankemenag Aceh Utara, H. Salamina, S.Ag. MA yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah, H. Munzir, M.Pd, sebelum membuka acara dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak atas terlaksananya diklai ini. Mengingatkan, bahwa dalam pelaksanaan diklat melibatkan tiga unsur pokok, yaitu narasumber, peserta dan panitia pelaksana. Selama pelaksanaan diklat berlangsung, ketiga unsur ini dapat melaksanakan tugasnya masing-masing secara terkoordinasi untuk keberhasilan pelaksanaan sebuah diklat, harapnya.

“Manfaatkan kesempatan yang ada ini dengan sebaik-baiknya, sehingga usai pelatihan nanti memperoleh tambahan ilmu pengetahuan dalam meningkatkan kualitas diri sebagai guru yang profesional serta dapat dijadikan sebagai fasilitator sebaya”, imbuh H. Munzir, sekaligus membuka kegiatan diklat secara resmi. (Yoes/hR)