DDWK Bagi Guru Madrasah di Aceh Utara Berakhir

Para Guru Madrasah Peserta DDWK Angkatan-XI di lingkungan Kankemenag Kabupaten Aceh Utara berfose bersama usai acara penutupan diklat, Sabtu/13 April 2019. (Photo/hR/Yoes).

Aceh Utara – haba RAKYAT.

Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) Diklat Teknis Substantif Publikasi Ilmiah Bagi Guru Madrasah Angkatan-XI yang berlangsung di MIN 6 Aceh Utara (dulu MIN Geudong) berakhir sudah. Kegiatan diklat yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh, berlangsung selama enam hari sejak 8 hingga 13 April 2019 resmi ditutup Kakankemenag Aceh Utara, H. Salamina, S.Ag. MA yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Munzir, M.Pd, Sabtu (13/4).

Dalam arahan dan bimbingannya, H. Munzir menyampaikan terima ksih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan kegiatan diklat. Tentunya, semua ini tidak terlepas dari kerjasama erat yang terjalin rapi semua unsur, baik panitia, widyaswara atau narasumber maupun peserta. Terlebih, pihak madrasah (MIN 6 Aceh Utara) selaku penyedia lokasi tempat pelaksanaan diklat.

Sebelum menutup kegiatan diklat, beliau juga menyajikan materi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama. Mengajak para peserta untuk melihat kembali visi dan misi Kementerian Agama, yang termaktub dalam Keputusan Menteri Agama RI, Nomor 39 Tahun 2015. Selain itu, Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag yaitu, Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan agar senantiasa diaplikasikan oleh setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag, pinta H. Munzir kepada peserta.

“Kembangkan ilmu yang telah bapak-ibu peroleh selama diklat ini dan saling berbagi dengan rekan-rekan guru lainnya, baik yang sudah mengikuti diklat ini, terlebih bagi yang belum terpanggil diklat oleh BDK Aceh”, harapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Zahrul Buadi, S.Sos, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang ada selama diklat berlangsung. Berbagai kekurangan itu, bukanlah unsur kesengajaan dari panitia, namun pihaknya selalu memberikan pelayanan yang prima dan maksimal dimanapun diklat dilaksanakan.

“Semoga berbagai pengetahuan yang didapatkan selama enam hari pada diklat ini dapat meningkatkan kompetensi diri selaku hamba Allah yang menyandang profesi guru atau pendidik dalam mencerdaskan anak bangsa yang berguna bagi agama dan negara”, ujar Zahrul Buadi, yang juga Kasi Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan pada BDK Aceh.

Diakhir acara, pemberian cendera mata berupa kado kenangan kepada narasumber dan panitia dari para peserta, yang diwakili Ketua Kelas, H. Muhammad Yusuf, S.Pd.I, serta salam-salaman dan foto bersama. (Yoes/hR)