Diduga Gelembungan Suara Caleg, PPK Simpang Ulim dilaporkan ke Panwaslih

Aceh Timur – haba RAKYAT.

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Simpang Ulim, dilaporkan kepada Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Timur dan terancam diproses pidana. Informasi yang dihimpun. Kasus ini dilaporkan oleh Darmawan, caleg DPRA, nomor urut 2, dapil 6 Aceh Timur, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pada. Jum’at  (25/4/2019).

Menurut Darmawan caleg DPRA nomor urut 2 ini, pihaknya melaporkan kasus tersebut karena adanya dugaan pengelembungan suara caleg DPRA. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa telah terjadi tindak pidana pengelembungan suara ditingkat PPK Simpang Ulim untuk caleg
nomor urut 1.

“Kami telah melaporkan dugaan terjadi pengelembungan suara di tingkat PPK Simpang Ulim. Awalnya kita melaporkan pelanggaran administrasi, jika pelanggaran ini terbukti akan menjadi pidana Pemilu,”ujar Darmawan.

Ditambahkan, pihaknya melaporkan kasus ini atas dasar dugaan perbedaan jumlah suara antara C1 dengan hasil Pleno Kecamatan DA1, yang diduga tidak sesuai,”suara di C1 masih tetap, akan tetapi disinyalir ada suara yang bertambah di DA1 hasil pleno penyelenggara Pemilu di Kecamatan Simpang Ulim,” ujar Darmawan.

Dijelaskan, pengelembungan suara untuk caleg nomor urut 1 sangat mencolok dan tidak rasional. Menurut Darmawan, dari total suara badan yang diperoleh yaitu 1.950 suara menjadi 2.806 suara.

“Selain suara caleg bertambah,  suara partai  menjadi berkurang setelah direkap PPK,  pengelembungan dilakukan pada formulir DA1. Sedangkan di C1 masih sama”.pungkasnya.

Sementara ketua Panwaslih Aceh Timur, Maimun saat dihubungi media ini melalui telpon selularnya membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan Maimun mengatakan segera memanggil pihak yang berkaitan dan segera memanggil saksi-saksi yang terlibat dalam rekapi guna menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan yang diterima pihaknya.

“Iya benar, laporan dugaan terjadinya pengelembungan suara untuk caleg DPRA, nomot urut 1, dari partai PPP. Sudah kami terima.

Berdasarkan laporan ini kita akan memanggil yang berkaitan serta saksi-saksi yang terlibat dalam rekapitulasi suara. Untuk selanjutnya akan kami sampaikan setelah kami panggil pihak terkait. Kalau laporan ini terbukti kita proses ke tahap sesuai aturan yang berlaku,”ujar Maimun. (Az/hR)