DIDUGA KENA PENYAKIT GOHROK RATUSAN TERNAK MATI MENDADAK

Salah satu Kerbau milik petani setempat, terlihat sudah dipotong di kebun sawit area desa Krueng Kulu, Kecamatan Seunagan Timur Kab. Nagan Raya. (Foto/hR/Ist/sukma)

Nagan Raya – haba RAKYAT.

Sebanyak 20 ekor kerbau di Nagan Raya mati mendadak, kerbau mati yakni di Desa Blang Bayu, Krueng Kulu dan Blang Ara Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (28/4).

Dikabarkan dalam sepekan terakhir kerbau mati mendadak dalam kondisi kejang-kejang diduga kuat kerbau mati terkena penyakit gohrok, Akibat serangan penyakit mematikan tersebut telah menyebabkan petani di kawasan itu mengalami kerugian. Sebab, serangan penyakit tersebut mengakibatkan warga harus kehilangan ternak yang mereka pelihara, untuk kebutuhan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, serta kebutuhan lainnya.

“Sebelum ternak kami mati, biasanya mengeluarkan buih di bagian mulutnya. Mata ternak juga terlihat merenung dan tidak semangat beraktivitas,” kata Midan petani warga Desa Krueng Kulu , Kecamatan Seunagan Timur.

“Karena saat kita lihat ternak kerbau dalam keadaan baik-baik saja, namun setelah satu ataupun dua hari tiba-tiba kerbau tidak bersemangat dan tidak makan apapun dan terus minum dan akhirnya tidak kita sadari langsung mati di kebun sawit.

Makanya kami petani ternak terus memantau kemana arah kerbau itu bermain dan begitu kita tahu ada yang sudah agak berlainan langsung kita potong, supaya tidak mati sia-sia,”ungkap Midan yang mengaku kerbau sudah mati enam ekor selama dua pekan ini.

Sementara Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Nagan Raya, Drh. Safridhal kepada wartawan, Minggu (28/4), membenarkan bahwa saat ini tim dari paramedis yang dikomandoi oleh kepala puskesmas Seunagan Timur sedang berada di lokasi untuk mengetahui penyebab matinya hewan ternak warga tersebut, kemungkinan besar kerbau mati ini karena terkena penyakit gohrok

Safridhal mengimbau kepada masyarakat pemilik ternak kerbau agar membawa pulang kerbau kerbaunya yang diliarkan dikebun sawit.

“Kerbau itu liar masuk hutan jauh dari jangkauan pemiliknya, kita imbau pemilik hewan agar membuat kandang untuk memudahkan saat dilakukan penanganan berupa pengobatan dan vaksinasi sehingga tidak terjadi kerugian berupa kematian ternak, dinas pertanian dan peternakan siap melayani setiap keluhan dari masyarakat,”harap Kabid Peternakan

Sampai berita ini di turunkan kerbau yang berada di kawasan hutan kebun sawit terus berjatuhan sakit. (Sukma/hR)