Dinsos Provinsi Aceh bersama Dinas Sosial Kabupaten Bireuen menggelar Sosialisasi Bahaya Narkotika

Bireuen – haba RAKYAT.

 

Dinsos Provinsi Aceh bersama dinas Sosial Kabupaten Bireuen menggelar Sosialisasi Bahaya Narkotika Berbasis Masyarakat, buruknya bagi kesehatan dan perkembangan mental pelaku sangat berdampak pada lingkungan sosial dengan meningkatkan kriminalitas yang berakibatkan pengaruh dari zat Narkotika dan Narkoba.

Muhammad Fajri SE Selaku Panitia Pelaksana kegiatan melaporkan, tujuan kegiatan ini untuk mencegah meluasnya permasalahan korban narkotika melalui upaya-upaya pencegahan, membina dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika.

Kemudian, Memulihkan kembali kepercayaan dan harga diri serta meningkatan kemampuan untuk melaksanakan fungsi sosialnya dalam masyarakat

Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta terdiri dari unsur Tokoh Masyarakat, TKSK, Pendamping PKH, Pekerja Sosial Masyarakat, Sakti Peksos, Tokoh Pemuda, Mahasiswa serta Pelajar.

Sosialisasi ini menghadirkan tiga orang narasumber berasal dari, Dinsos Aceh, BNNK dan Polres Bireuen serta seorang pengarah dari Dinsos Bireuen.

Metode pelaksana kegiatan sosialisasi bahaya narkotika berbasis masyarakat dilaksanakan melalui ceramah dan diskusi tanya jawab.

“Dengan Output kegiatan, tersosialisasinya informaai penanganan rehabilitaa sosial Korban Penyalahgunaan Napza (KPN). Berkurangnya pengguna korban penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat setempat khususnya,” Terang Muhammad Fajri.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkotika Berbasis Masyarakat. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bireuen Drs Murdani menyampaikan kegiatan ini merupakan yang digelar Dinsos Provinsi Aceh dan Dinas Sosial Bireuen, acara dilaksanakan di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen, Selasa (9 April 2019).

Dalam Sambutan Pembukaan kegiatan Sosialisasi tersebut Kadis Sosial Bireuen. Murdani menyebutkan, pemahaman, tentang bahaya narkoba bagi kesehatan Masyarakat, narkoba juga berdampak sangat ber efek langsung terhadap lingkungan sosial terutama generasi muda yang dikenal memiliki emosi yang labil sehingga sangat rentan dan mudah untuk terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu di Bireuen banyak terdapat kasus dari pecandu narkoba adalah dari kalangan remaja dan alasannya beragam diantaranya menggunakan narkoba untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi para kaum remaja, hanya untuk coba-coba, mengikuti gaya hidup dari pergaulan bebas, sebut Murdani.

Kadis Sosial Bireuen juga menyebutkan masih banyak alasan yang sangat tidak sebanding dengan resikonya yang tentu saja berkaitan dengan menurunnya kesehatan hingga ke mata, hilangnya kreativitas, terganggunya proses belajar baik di lembaga pendidikan formal maupun non formal.

Upaya pencegahan penggunaan narkoba dapat dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga dan berikutnya adalah lingkungan pergaulan, lingkungan pendidikan sampai pada lingkungan organisasi.

“Maka berdasarkan pertimbangan tersebut kami hadir dalam rangka sosialisasi bahaya narkoba yang merupakan kegiatan preventif untuk mencegah masuknya narkoba dalam dunia pendidikan,” gagasnya.

Diharapkan di lingkungan keluarga peran aktif orang tua sangat dibutuhkan baik itu dengan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba atau pun dengan mengarahkan pada kegiatan positif.

Begitu juga dengan lingkungan pendidikan hendaknya diadakan sosialisasi anti narkoba baik itu berupa tugas pembuatan makalah, pentas seni dan budaya dengan tema anti narkoba dan masih banyak lagi ide-ide yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba tegas Kepala Dinsos Bireuen Murdani. (Heri/hR)