LANTAI DAN DINDING MASJID AGUNG BAITUL A’LA TETAP GUNAKAN BATU GIOK

Bupati Nagan Raya HM. Jamin Idham bersama Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto dan Dandim 0116 Nagan Raya Letkol Kav. Nanak Yuliana dan camat beutong Abdul Karim, saat meninjau lokasi batu giok di kawasan hutan Krueng Isep Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya. (Dok. Foto/hR/Sukma).

Nagan Raya – haba RAKYAT.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meninjau lokasi batu giok yang berada di kawasan hutan Krung Isep Kecamatan Beutong Nagan Raya, Selasa (23/4/19).

Batu Giok tersebut digunakan sebagai lantai dan dinding Masjid Agung Baitul A’la, berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmue. Batu Giok dibelah oleh pekerja yang didatangkan dari Tulung Agung, Provinsi Jawa Timur.

Bupati Nagan Raya HM. Jamin Idham kepada wartawan mengatakan, nantinya batu giok ini akan digunakan di bagian lantai dan bagian dinding masjid.

Bupati Jamin menambahkan, Batu Giok tersebut dibelah menggunakan mesin canggih yang mampu membelah bagian batu yang keras, dan selanjutnya dibawa ke kawasan pengolahan batu yang ada di kawasan Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue.

“Di lokasi ini, nantinya batu yang sudah dibelah akan diolah menjadi bahan dasar lantai dan di bagian dinding masjid, guna selanjutnya dilakukan pemasangan,”jelas Bupati.

Kita harapkan dengan adanya pemasangan Batu Giok ini, akan menjadi ikon baru wisata Islami yang ada di Indonesia, khususnya di Kab. Nagan Raya, Aceh. Batu alam tersebut bernilai jual tinggi dan memiliki kualitas yang sangat baik di dunia.

Nantinya pemasangan Batu Giok di bangunan Masjid Agung Baitul A’la akan mampu meningkatkan jumlah jamaah yang beribadah, sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun turis dari mancanegara. (Sukma/hR)