Panwaslih Aceh Selatan Ungkap Pelaku Dugaan Money Politik

Tapaktuan – haba RAKYAT.

Panwaslih Aceh Selatan resmi mengungkapkan pelaku dugaan money politik yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa, 16 April 2019, malam lalu. BACA BERITA : Oknum Caleg di Aceh Selatan Terjaring OTT.

Dalam operasi senyap tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) money politik sebesar Rp. 200 ribu dari tangan pelaku. Sedangkan Rp. 1,5 juta lagi sudah disalurkan kepada pemilih.

“Pelaku berinisial ED (44) diduga orang suruhan salah seorang Caleg DPRA dapil 9 dari salah satu partai nasional dan Caleg DPRK Aceh Selatan dapil III dari salah satu partai lokal,” ungkap Ketua Panwaslih Aceh Selatan Baiman Fadhli SH dalam konfrensi pers, Rabu (17/4/2019) sore.

Kronologis kejadian, sekitar pukul 20.30 WIB tim yang dipimpin langsung Ketua Panwaslih Baiman Fadhli bersama komisioner lainnya serta personil penegakan hukum terpadu (Gakkumdu), melakukan pengintaian.

Sasaran pengintaian dilakukan dirumah salah seorang Caleg DPRA di Kota Tapaktuan. Dalam pengintaian tersebut mereka melihat ada pergerakan dugaan transaksi uang.

Selanjutnya, sekitar pukul 21.30 WIB seorang lelaki yang kemudian diketahui berinisial ED, keluar dari rumah tersebut dengan menggunakan sepeda motor dan menjinjing tas yang diduga berisi uang yang akan dibagikan kepada pemilih.

Melihat pergerakan itu, jelas Baiman Fadhli, ia dengan didampingi Sadiqin, salah seorang staf Panwaslih langsung mengikuti yang bersangkutan dari belakang dengan menggunakan sepeda motor.

Setiba di kios tempat menjual buah-buahan persis di Simpang Terapung, Jalan Abd. Sani, Gampong Hilir, Kec. Tapaktuan, ED terlihat menjumpai pemilik kios tersebut.

“Saat itu, saya menyaksikan langsung ED menyerahkan uang sebesar Rp. 200.000 yakni satu lembar pecahan Rp. 100.000 dan dua lembar pecahan Rp.50.000. Karena transaksi itu persis di depan mata saya,” ungkap Baiman Fadhli.

Setelah melihat transaksi itu, kemudian Baiman Fadhli langsung menghubungi tim Gakkumdu untuk segera merapat ke TKP. Karena tim agak lama baru sampai ke lokasi, ED langsung meninggalkan TKP menuju terminal.

Setiba tim di TKP, Ketua Panwaslih meminta kepada Sadiqin, staf Panwaslih agar segera menuju ke terminal untuk memastikan ED masih berada di terminal.

“Setelah memastikan ED berada di terminal, selanjutnya tim dengan menggunakan mobil operasional langsung menjumpai ED dan membawanya ke Kantor Panwaslih guna dimintai keterangan,” jelas Baiman Fadhli.

Menurut Baiman, berdasarkan hasil klarifikasi sementara oleh Panwaslih bersama tim Gakkumdu, ED telah mengakui bahwa dirinya disuruh oleh salah seorang caleg DPRA dapil 9 dari salah satu partai nasional dan Caleg DPRK Aceh Selatan dapil 3 dari salah satu partai lokal.

“ED mengakui bahwa, menerima uang dari Caleg DPRA sebesar Rp. 500.000 untuk dibagikan kepada pemilih sebesar Rp. 50.000/orang. Sementara dari Caleg DPRK Aceh Selatan, ED menerima uang Rp. 1 juta untuk dibagikan kepada pemilih sebesar Rp. 100.000/orang,” sebutnya.

Atas persoalan itu, sambung Baiman, pihak akan memanggil dan memeriksa kembali ED bersama salah seorang Caleg DPRA dan DPRK yang terkait dalam kasus itu pada Rabu (17/4) sebagai bagian dari proses pendalaman kasus dugaan money politik tersebut.

“Kita lakukan proses pendalaman terlebih dahulu. Jika unsur materil dan formilnya terpenuhi, maka kasus itu akan ditingkatkan. Nanti akan ada rapat pleno antara Panwaslih dengan tim Gakkumdu,” tandas Baiman Fadhli.

Pada acara konfrensi pers tersebut, Ketua Panwaslih Baiman Fadhli didampingi dua komisioner Panwaslih masing – masing Zarlianto dan Azhari. Juga turut hadir Kasie Intel Kejari Aceh Selatan, Akbarsyah SH beserta beberapa penyidik dari jaksa dan kepolisian lainnya yang tergabung dalam tim Gakkumdu Pemilu 2019. (Ran/hR)