Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-55 Tahun 2019 Kabupaten Aceh Tamiang

Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-55 Tahun 2019 Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto/hR/Eddy).

Aceh Tamiang – haba RAKYAT.

Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-55 Tahun 2019 di Lapas Kelas llB Kualasimpang, Desa Dalam Kecamatan Karang baru Aceh Tamiang, Sabtu (27/4/2019) berjalan khidmat.

Bertindak sebagai Irup Upacara Asisten III Setdakab Aceh Tamiang , Ir Adi Darma .Dalam sambutannya Irup membacakan amanat Menteri Hukum dan HAM RI .

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 tentu tidak hanya dijadikan piranti nostalgia untuk mengenang histori lebih dari itu, peringatan ini harus mampu menjadi spirit-Iegacy untuk meneruskan semangat juang dan pengabdian para pendahulu dan peletak dasar Pemasyarakatan.

Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, para pendahulu kita tetap menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan integritas yang tinggi, sehingga dapat mewujudkan pemulihan kembali kesatuan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan bagi narapidana,.

Indikator keberhasilan pemulihan kesatuan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan terletak pada kemampuan Pemasyarakatan dalam memperbaiki dan meningkatkan kapasitas narapidana baik dalam dimensi kepribadian (mental dan spiritua|), maupun dalam dimensi kemandirian yang tidak hanya mandiri secara ekonomi tapi lebih dari itu juga mampu mandiri dalam
menjalankan kehidupannya.

,”Indonesia saat ini tengah menghadapi sebuah fase dimana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif.

Berlebihnya tenaga kerja produktif adalah peluang emas Indonesia untuk-menggenjot roda ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi terpacu, sektor riil terdongkrak, dan daya saing meningkat.

Inilah yang disebut bonus demografi, dimana kondisi ini diprediksi akan mengalami puncaknya pada tahun 2030 mendatang secara normatif, bonus demografi seyogyanya membawa sebuah negara menuju arah lebih baik, khususnya membawa kesejahteraan untuk segenap masyarakat.

Meski terdengar menyenangkan, meraih momentum bonus demografi bukanlah perjuangan mudah. Terdapat sejumlah syarat agar bonus tidak berubah menjadi bencana demografi.

Syarat tersebut yaitu masyarakat harus berkualitas, tersedia lapangan kerja, dan untuk meraih manfaat terbesar sumber daya manusia harus memenuhi kebutuhan pasar kerja. Melihat situasi ini tentu perlu ada perbaikan yang wajib dilakukan oleh pemerintah untuk membangun kapasitas narapidana sehingga dapat mendukung pembangunan nasional.

Pemasyarakatan harus mampu membentuk manusia-manusia mandiri sehingga ketika bebas mereka menjadi masyarakat yang siap berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional.

,”Paradigma harus berubah, UPT Pemasyarakatan harus ditransformasikan sebagai pranata sosial untuk menyiapkan masyarakat yang tangguh, berketerampilan, dan memiliki produktifitas tinggi yang siap berkompetisi dalam persaingan global.

Perubahan paradigma tersebut saat ini diejawantahkan melalui program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yang diatur melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 35 Tahun 2018.

Program revitalisasi diharapkan dapat memberikan perlakuan dengan target yang lebih spesifik melalui pola individualisasi perlakuan.

Treatment yang dilakukan ke depan tidak dapat lagi dilakukan secara general, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan intervensinya

Revitalisasi juga dibangun untuk membentuk sebuah Now dalam mendistribusikan kepadatan hunian dari Lapas super maximum, maximum, medium, dan minimum security berdasarkan pada tingkat resiko sehingga tidak terjadi overcrowding di satu tempat.

Disisi lain kita juga akan melakukan percepatan-percepatan yang didasarkan pada perubahan perilaku, sehingga tidak terpaku pada waktu.

,”Perlu kami ingatkan kembali bahwa kekuatan dari sebuah program kebijakan tergantung pada kapabilitas manusia yang mengeksekusinya. Sebagai motor penggerak keberadaan manusia seperti generator yang mampu mentransformasikan energi
potensial menjadi energi kinetik, sehingga kondisinya harus selalu dijaga dalam keadaan baik agar Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan dapat terlaksana dengan maksimal .

Untuk menjaga keadaan tersebut diperlukan langkahlangkah perbaikan yang dilandasi dengan sebuah kata kunci yaitu ”KOMITMEN.”

Karena komitmenlah yang akan menjadi pondasi kita, benteng kita, dalam mengaplikasikan niat baik untuk melakukan pembenahan diri.

Walaupun disadari faktor pendukung lainnya seperti sarana prasarana, kelembagaan, ketatalaksanaan, anggaran dan dukungan masyarakat, juga memiliki peran strategis untuk suksesi revitalisasi pemasyarakatan. maka dengan memanfaatkan momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-55 inilah, mari kita niatkan untuk melakukan perubahan dan pembenahan secara massive dan total.

,”Kita patut bersyukur, beberapa prestasi dan pencapaian kinerja Pemasyarakatan, dewasa ini telah mendapat apresiasi dari pemerintah, masyarakat, bahkan dunia internasional.

Disisi lain melalui kegiatan industri, Pemasyarakatan telah dapat berkontribusi dalam menggerakan roda perekonomian nasional melalui sektor industri kecil dan menengahnya serta pendapatan negara bukan pajak

Sungguhpun demikian, dalam sebuah perjalanan pastilah ada kelokan tajam, tanjakan terjal, maupun jurang curam yang siap menjadi penghalang dan perintang, tapi yakinlah bahwa perjalanan panjang inilah yang sebenarnya sedang membentuk dan menempa kita.

Berbagai pengalaman selama perjalanan waktu 55 tahun ini,telah mematangkan karakter pengabdian untuk menjadikan Pemasyarakatan lebih cerdas dan tegar dalam mengemban tugas ke depan.

Sebagai institusi modern Pemasyarakatan harus mampu bercermin sehingga mampu instrospeksi diri, dan mematangkan langkah dalam upaya membangun kepercayaan publik.

Perlu kita pahami bersama bahwa, kesuksesan dan capaian Pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas, tidak terlepas dari bantuan, dukungan serta kerja sama dengan masyarakat dan seluruh stake holders.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada seluruh elemen masyarakat beserta instansi terkait, yang telah berpartisipasi mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan Kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Petugas Pemasyarakatan yang baru saja menerima penghargaan saya ucapkan selamat, tingkatkan terus kinerja saudara, berikan pengabdian yang terbaik hingga masa mendatang.

Seluruh rangkaian Bakti Pemasyarakatan telah kita lalui, dan hari ini adalah puncak kegiatan Bakti Pemasyarakatan ke-55.

Untuk itu, kepada seluruh keluarga besar Pemasyarakatan saya ucapkan “Dirgahayu Pemasyarakatan! Selamat han” bakti kepada setiap insan-insan Pemasyarakatan di seluruh penjuru tanah air, Indonesia selalu menanti dharma bhaktimu .

Mari bekerja penuh dedikasi, berkomitmen menjaga integritas moral dan berkeyakinan membangun Pemasyarakatan PASTl.

Tetaplah menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas kepada bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita dalam berkinerja demi bangsa dan negara Indonesia Aamiin.

Dengan di laksanakannya Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke – 55 tahun 2019. bertambah juga umur usianya, agar seluruh petugas yang berada di lapas selalu disiplin, tegas dan profesional dalam menjalankan tugas yang di embannya.

Dengan Program revitalisasi untuk membentuk sebuah flow dalam mendistribusikan kepadatan hunian dari lapas super maximum,medium dan minimum security berdasarkan pada tingkat resiko sehingga tidak terjadi overcrowding di satu tempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang sitaan dari Lapas Kelas ll B Kualasimpang berupa Hp 50 buah, Charger dan cok sambung bersama tamu undangan didampingi oleh Bapak Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas lll B Kualasimpang.

Hadir dalam peringatan ini Kepala BNNK Aceh Tamiang yang diwakil
Iwan Maulana, Kasdim 0117 / Atam Mayor Inf. A.Yani, Kalapas llB Kualasimpang Davy Bartian Bc.IP, S.Sos, Dansub Pom IM/1-6 diwakili oleh Peltu Nasril Azis, Kasat Tahti Polres Atam Iptu M. Nur, Danki Kompi Khusus Raider Khusus 111 / KB Kapten Sidik Purnomo dan lainnya. (Eddy/hR)