Perjuangan TNI-POLRI Kawal Logistik Pemilu Menuju Desa Terisolir di Atim

Perjuangan TNI-POLRI Kawal Logistik Pemilu Menuju Desa Terisolir di Atim. (Foto/hR/Eddy).

Aceh Timur – haba RAKYAT.

Sinergitas TNI-POLRI di Aceh Timur kembali teruji, sehari menjelang Pemilu tahun 2019. Dua komponen keamanan negara tersebut harus memastikan pemungutan suara pemilihan Pileg dan Pilpres yang dijadwalkan Rabu, 17 April 2019 harus terlaksana dan tetap dalam suasana kondusif.

Informasi yang diterima media ini, aparat TNI-POLRI yang bertugas mengamankan pemungutan suara dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah tiba di lokasi penugasan mereka tidak terkecuali di daerah terpen cil kawasan Aceh Timur, Selasa (16/4/2019).

Tidak saja bertugas mengamankan TPS, mereka juga memastikan dan mengangkut pendistribusian logistik dari PPS hingga ke TPS d idaerah daerah terpencil tersebut.

Dari 24 Kecamatan di Kabupaten Aceh Timur tidak semua lokasi bisa terjangkau dengan mudah.

Sebut saja Desa Ranto Panjang, Desa Melidi, Desa Tampor Paloh, Desa HTI dan Desa Tampor Bor Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, kesulitan untuk dilalui transportasi darat, lantaran keterbatasan akses infrastruktur.

Akibatnya para aparat TNI-POLRI dan petugas PPS harus bahu membahu, berjuang mengirimkan logistik menggunakan perahu kecil melalui aliran sungai Tamiang, yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang, untuk menuju ke Desa-Desa tersebut.

Tentu saja bukan perkara mudah, karena perahu berkapasitas sepuluh orang tersebut, penuh sesak oleh bilik suara, kotak suara beserta jenis logistik pendukung lainnya.

Para penumpang harus menjaga keseimbangan supaya perahu tidak terbalik saat menyusuri muara sungai Tamiang hingga ke lokasi.

Bahkan, untuk memastikan logistik aman sampai tujuan, Danramil 10/Spj Lettu Inf Jaya Sakti dan Kapolsek Simpang Jernih Iptu Syamsudin,SH, ikut terjun langsung mengawal logistik Pemilu.

Danramil 10/Spj mengatakan rintangan yang dihadapi bukan hanya jarak yang cukup jauh. Menjaga tiga kotak suara dalam satu perahu kecil agar tidak terjatuh ke sungai sangatlah berat. Belum lagi waktu tempuh menuju Desa tersebut juga terbilang cukup lama, “ungkapnya.

Lanjutnya, niat kami melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Kami tetap semangat dan ceria menjalankannya bersama Kapolsek Simpang Jernih, Sekcam Amri, Ketua Panwascam Muhammad, SE, Ketua PPK Jamin S.Sos
dan anggota KPPS.

” Bagaimanapun caranya, kotak suara harus sampai di tempat pemungutan, “tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Muhammad, SE, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada TNI-POLRI atas pengawalannya, sehingga logistik yang akan digunakan dalam pesta demokrasi esok pagi bisa sampai di tujuan.

Ia juga mengucapkan rasa syukur atas suksesnya pendistribusian logistik di seluruh wilayah Kecamatan Simpang Jernih. (Eddy/hR)