BDK Aceh Lakukan AKD Tahun 2020 di Aceh Utara

Tim AKD Mulyadi Idris, S.Ag. M.Hum sedang mewawancarai Kasi Penmad Kankemenag Aceh Utara, Drs. H. Munzir, M.Pd dan Anggota Tim, Eri Julianda  pada acara AKD tahun 2020. (Photo/hR/Yoes).

Aceh Utara – haba RAKYAT.

Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh melalui tim Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) menyelenggarakan kegiatan AKD tahun 2020 dalam jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula MAN 2 Aceh Utara, Kamis (16/5).

Para peserta AKD tahun 2020 berpose bersama usai berlangsungnya kegiatan. (Photo/hR/Yoes).

Peserta pada kegiatan tersbut terdiri dari para Kepala Madrasah yang diwakili ketua forum Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M), baik MI, MTs maupun MA serta Ketua Forum Kepala KUA Kecamatan dan Penyuluh. Selain itu, Kasubbag TU Kankemenag Aceh Utara, H. Asnawi, S.Ag. M.Sos, Kasi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Munzir, M. Pd dan Korwas Madrasah Drs. H. Karimuddin turut hadir pada kegiatan tersebut serta beberapa orang perwakilan guru madrasah.

Acara berlangsung sampai menjelang shalat dhuhur, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Utara, H. Salamina, S.Ag. MA.

Dalam sambutan singkatnya, H. Salamina mengatakan, sebaga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tentunya perlu pembekalan–pembekalan lebih lanjut dalam meningkatkan kompetensi dan pengembangan diri seirama dengan perkembangan zaman. Apakah itu sebagai seorang guru, staf administrasi, ataupun seseorang yang diberikan amanah untuk memangku suatu jabatan tambahan. Oleh karenanya, pendidikan dan pelatihan (diklat) tertentu sesuai dengan tugas dan fungsinya mutlak diperlukan, ungkap Kakankemenag.

“Untuk itu, BDK Aceh melalui tim yang telah terbentuk melakukan Analisis Kebutuhan Diklat sesuai dengan prioritas kebutuhan di lingkungan Kemenag Aceh Utara”, tegas H. Salamina.

Sementara itu, Ketua Tim AKD untuk Aceh Utara, Mulyadi Idris, S.Ag. M. Hum didampingi anggota timnya, Eri Julianda, kepada haba RAKYAT menuturkan, kebutuhan diklat untuk masing-masing daerah kabupaten/kota di Aceh tidak akan sama. Sehingga pihak BDK Aceh, menurunkan tim di setiap daerah untuk melakukan AKD tahun 2020 nanti. Ini dapat menjadi masukan bagi pihak BDK Aceh dalam rangka penyusunan dan pembahasan lebih lanjut pada rapat koordinasi (rakor) nanti. Yang pada akhirnya di tahun 2020 nanti penyelenggaraan diklat sesuai yang dibutuhkan di masing-masing daerah, jelasnya.

Mulyadi menambahkan, selain di Aceh Utara, ada tujuh kabupaten lainnya yang didatangi tim AKD dari BDK Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Timur, Bireuen, Pidie, Aceh Tengah,  Aceh Barat, Aceh Selatan dan Aceh Besar, sebutnya.

“Semoga dengan adanya Analisis Kebutuhan Diklat ini, kebutuhan di daerah dapat terpenuhi sesuai dengan harapan”, pungkas Mulyadi. (Yoes/hR)