Bulan Ramadhan Petugas Kebersihan Lembur, Zikriadi Sampaikan Pesan

Kadis BLHKP Aceh Tengah Ir. Zikriadi. (Foto/hR/Erwin).

Aceh Tengah – haba RAKYAT.

Dinas Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Aceh Tengah, selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah / 2019 Masehi. Menambah jumlah pengangkutan sampah, hingga mencapai 3 unit setiap hari kerja. Penambahan itu dilakukan karena meningkatnya produksi sampah yang terjadi di seputaran kota Takengon, sejak awal pelaksanaan puasa.

Kadis BLHKP Ir. Zikriadi kepada wartawan menyampaikan peningkatan tonase sampah terjadi karena adanya pedagang musiman yang berjualan takjil serta kebutuhan berbuka puasa lainya, seperti sampah tebu dan kelapa muda, sehingga petugas kebersihan bekerja lembur hingga dini hari.

“Di saat malam hari kita melakukan pengambilan sampah, rata-rata 2 sampai tiga dump truk per malam. Ini semuanya sampah dari penjualan bukaan puasa, terutama sampah tebu dengan sampah kelapa, semua pengangkutan kita lakukan setiap malam dari usai sholat Tarawih, hingga waktu larut malam,” ungkap Zikriadi kepada media, Senin (13/05), saat dirinya memonitor peningkatan sampah di seputaran kota Takengon.

Zikriadi menambahkan untuk pengangkutan sampah yang mencapai hingga 3 armada/kontiner sampah, pihaknya hanya menggunakan 2 unit dump truck yang bekerja secara bergiliran. Terkait antisipasi menjelang lebaran Idul Fitri, tim BLHKP selalu siaga di kerahkan bila ada peningkatan jumlah sampah di kota Takengon.

“Tergantung dengan volume sampah yang menjadi timbunan, kalau memang perlu penambahan dump truk maka kita akan tambah. Kita akan gunakan truk lain guna menanggulangi timbunan sampah, karena nanti di 10 sampai 12 hari sebelum lebaran atau di pertengahan puasa, biasanya ini akan terjadi peningkatan sampai menjelang lebaran, kita akan gunakan truk dan penambahan personil lainya,” katanya menjelaskan.

Sementara terkait kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya, Zikriadi menyatakan tingkat kesadaran masyarakat masih rendah. Masyarakat yang membuang sampah justru tidak pada pada tempatnya. Kontiner atau tong sampah yang telah disediakan, kadang-kadang tidak di manfaatkan dengan benar. Bahkan lebih sering mereka membuang sampah di luar tong kontiner.

“Harapan kami kepada masyarakat, agar dapat membuang sampah pada tempatnya. Kalau ada kontiner ya di dalam kontiner, atau tong sampah yang telah disediakan,” pintanya kepada masyarakat.

Untuk terus memberikan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan, serta tertib aturan dalam mengelola dan membuang sampah, Zikriadi menjelaskan saat ini Pemerintah Daerah Aceh Tengah melalui dinas terkait, terus gencar melakukan sosialisasi Qanun dan Perda mengatur tentang pengelolaan sampah.

Lebih jauh Zikriadi menyebutkan terkait sampah yang bukan bagian dari para pedagang musiman dan pedagang takjil di bulan suci Ramadhan, seperti sampah rumah tangga dan lainnya tetap di angkut seperti biasa pada pagi hari dan itu mengerahkan semua unit dump truk beserta personil yang ada.

Dari pantauan wartawan di seputaran kota Takengon, beberapa lokasi terjadi penimbunan sampah bukan pada tempatnya dan seperti  sengaja dibuang oleh orang-orang tidak bertanggung jawab di beberapa tempat. Lebih miris lagi, sampah-sampah tersebut sengaja dibuang di area dengan plang bertuliskan “Dilarang Buang Sampah Di Sini”. (Erwin/hR)