Harga Daging Meugang di Aceh Selatan Rp 200 Ribu/Kg

Tapaktuan – haba RAKYAT.

Harga daging meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah tahun 2019 di Kabupaten Aceh Selatan tembus mencapai Rp 200.000/Kg, Jum’at (3/5/2019) malam.

Tingginya harga daging kerbau dan sapi saat meugang di daerah penghasil pala itu mendapat tanggapan beragam di kalangan masyarakat setempat. Bahkan, harga tersebut dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.

Kendati harga daging tembus Rp 200 ribu/Kg, konsumen tetap membeli untuk persiapan puasa pada Senin 6 Mei 2019. Namun sebagian konsumen yang telah jeli dengan situasi pasar, memilih membeli daging pada pagi dan siang harinya.

Sebagaimana amatan Media haba RAKYAT di Pasar Inpres Tapaktuan, Sabtu (4/5) siang, harga daging dijual pedagang mulai turun Rp 170.000 /Kg.

Sejumlah pedagang mengatakan, tingginya harga daging karena dipicu tingginya harga beli hewan ternak di pasaran luar daerah.

“Satu ekor kerbau dengan isi total daging 100 kilogram lebih ditebus agen seharga puluhan juta,” ungkapnya.

Harga perekor hewan ternak itu, lanjutnya, bisa mencapai Rp 30 juta sesuai berat isi daging kerbau yang akan dipotong untuk dijual.

“Semalam kita jual Rp 200 ribu/Kg ada juga Rp 190 ribu/Kg. Pagi dan siang ini kita jual Rp 170.000 -160.000/Kg. Bisa jadi turun Rp 150.000/Kg, karena sepi pembeli,” sebutnya.

Terkait tingginya harga daging mencapai Rp 200 ribu/Kg, dibantah Kepala Bidang (Kabid) Disdagperinkop dan UKM Aceh Selatan Saiful Rahman SE.

Ia mengaku sejak Jum’at malam telah memantau harga daging sejumlah kecamatan dalam Kab. Aceh Selatan.

“Tidak benar harga daging Rp 200 ribu, karena setelah saya tanyakan kepada pedagang rata – rata harga jual daging kerbau dan sapi Rp 190 ribu/Kg,” kilahnya. (Ran/hR)