Pemkab Aceh Selatan Pantau Harga Daging Meugang

Tapaktuan – haba RAKYAT.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan memantau harga daging meugang Ramadhan 1440 H di daerah itu. Begitu juga akan memastikan kualitas daging yang dijual pedagang layak di konsumsi.

Hal itu disampaikan Sekdakab Aceh Selatan H Nasjuddin SH MM kepada wartawan seusai menggelar rapat terbatas dengan beberapa Kepala OPD terkait, Kamis (2/5/2019).

Kepala OPD yang mengikuti ratas yakni Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Yulizar MM, Kepala Disdagperinkop dan UKM Mualimin SE, Plt Kepala Dinas Syariat Islam Ustadz Indra Hidayat S.Ag M.Ag, dan Kasatpol PP dan WH Drs Rahmatuddin M.Si.

Sekdakab H Nasjuddin mengatakan, guna menekan harga daging jangan sampai melonjak, ia telah menginstruksikan kepada Disdagperinkop dan UKM untuk memantau langsung harga daging meugang di pasaran.

“Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan jangan sampai harga daging melonjak saat meugang,” tegasnya.

Ia mencontohkan jika harga daging meugang di pasaran Kabupaten Abdya Rp 150.000/Kg, jangan sampai harga daging meugang di Kabupaten Aceh Selatan naik Rp 190.000/Kg.

“Artinya harga daging di daerah ini jangan sampai tak terjangkau oleh masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadhan,” tuturnya.

Begitu juga, lanjutnya, Dinas Pertanian dan Peternakan akan turun kelapangan untuk memeriksa kualitas daging meugang yang di jual pedagang.

“Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas daging meugang layak dikonsumsi oleh masyarakat,” ucapnya.

Kepada Satpol PP dan WH juga diminta untuk menertibkan warung – warung kopi, rumah makan yang buka dalam bulan puasa.

“Kita menginginkan jangan ada warung – warung dan rumah makan buka siang hari dalam bulan Ramadhan ini,” pintanya.

Selain itu, sambungnya, juga dihimbau kepada pemilik warnet jangan buka saat pelaksanaan shalat tarawih di mesjid. Baru dibuka saat usai shalat tarawih.

Sehingga anak – anak tidak pergi ke warnet dan hanya pergi untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah di mesjid.

“Untuk hal ini kita telah meminta kepada Dinas Syariat Islam untuk membuat himbauan agar masyarakat dapat menjaga kesucian bulan puasa,” pungkasnya. (Ran/hR)