Personil Damkar Aceh Tengah Minta Pemda Evaluasi Sekertaris BPBD

Kepala BPBD Aceh Tengah Thamrin (menggunakan baju Koko warna krem), saat musyawarah bersama personil Damkar yang melakukan aksi protes di Posko Induk Pemadam Kebakaran Aceh Tengah. (Foto/hR).

Aceh Tengah – haba RAKYAT.

Dianggap tidak beretika, Sekertaris BPBD Aceh Tengah diminta untuk melakukan permohonan maaf. Pernyataan itu di sampaikan seluruh personil Tim Pemadam Kebakaran Aceh Tengah, saat melakukan aksi protes dan melakukan tuntutanya di Posko Induk Pemadam Kebakaran, Kamis (16/05) malam.

Sebanyak  150 orang petugas yang tergabung dari 5 Kecamatan di posko pembantu, antara lain Kecamatan Jagong, Silih Nara, Ketol, Linge dan Kecamatan Bintang, berkumpul di Posko Induk Damkar Takengon. Tuntutan Satgas Damkar ini disampaikan kepada Kepala BPBD Aceh Tengah Thamrin Elasri.

Berdasarkan data dihimpun media, kronologis terjadi berawal pada Kamis siang. Pihak Damkar Aceh Tengah mendapatkan undangan dari Bank BRI Cabang Takengon, untuk melaksanakan simulasi  “Penanganan Kebakaran Tradisional”. Dalam pelaksanaan simulasi yang berlangsung petang di halaman Bank BRI Cab. Takengon, terjadi hal tidak menyenangkan karena ucapan yang dilontarkan oleh Sekertaris BPBD dan dirasa telah merendahkan Korps Damkar.

“Kronologisnya begini, ini kan sistem surat dan hanya sedikit beda jalur karena Kepala dan Kasi sudah mengetahui dan ACC. Saat kami akan melakukan simulasi, kemudian datang Bapak Sekertaris yang datang bukan untuk tujuan dinas. Tujuannya mungkin mencari bukaan bersama keluarga, karena ada keluarganya di mobilnya itu. Jadi mampirlah dia karena mungkin ada mobil BNPB, kemudian datang dia memarahi orang BRI, kami juga,” terang Samsurizal didampingi Isa Tebe dan Rori Pratama yang dibenarkan seluruh rekan-rekannya. Mereka menerangkan saat itu surat dilayangkan pihak BRI hanya ke Posko Induk Damkar, Karena berkaitan dengan sistem pengamanan kebakaran.

Lebih jauh mereka menceritakan Sekertaris BPBD tersebut mempertanyakan kepada pihak BRI, kenapa surat harus ke Damkar dimasukan dan tidak ke pihak BPBD. Selanjutnya muncul perkataan di ucapkan oleh Sekertaris BPBD, “Damkar itu hanya bagian segelintir terkecil dari BPBD,” seraya menjentikan jarinya.

Ucapan tersebut spontan tidak bisa diterima oleh personil Damkar berjumlah 3 regu yang mewakili acara simulasi saat itu, mengakibatkan timbulnya komplin. Bagi personil Damkar hal tersebut sangat merendahkan mereka, ucapannya dinilai telah menjatuhkan kredibilitas Korps Damkar di depan umum, sehingga terjadi aksi berkumpul di Posko Induk  untuk menuntut permohonan maaf dari Sekertaris BPBD Mauiza Uswa.

Seluruh petugas Damkar menganggap perkataan itu tidak beretika dan tidak selayaknya diucapkan pimpinan di depan umum. Mereka juga berharap agar di mata masyarakat, Damkar itu jangan dikucilkan melalui pimpinanya. Karena selama ini saat mereka menjalankan tugas meninggalkan anak dan istri, tidak ada yang bisa menjamin apakah mereka akan kembali dengan selamat. Bahkan personil Damkar tidak pernah memandang besaran gaji yang diterima pihaknya. Mereka menyampaikan bila ada permasalahan hendaknya selaku pimpinan dapat menjaga etika dan mendidik, agar dapat disampaikan secara internal kepada jajaran.

Menurut keterangan per kataan dan perlakuan seperti itu telah berulangkali terjadi, sejak tahun pertama menjabat Sekertaris. Dan aksi yang terjadi pada malam itu sebagai puncak kekecewaan mereka. Seluruh personil pada kesempatan itu menyampaikan kepada media, meminta kepada Pemerintah Daerah agar dapat mengevaluasi oknum pegawai BPBD Aceh Tengah tersebut.

Sementara Kepala BPBD Aceh Tengah Thamrin Elasri, kepada sejumlah awak media menerangkan telah menerima aduan dan komplin seluruh petugas Damkar di Posko Induk Pemadam Kebakaran Aceh Tengah, Jum’at (17/05) dini hari. Kepala BPBD ini mengungkapkan ada kesalahpahaman antara salah seorang anggotanya dengan salah seorang personil pemadam kebakaran.

Seluruh personil Damkar berjumlah 150 orang, termasuk dari 5 Kecamatan yang datang ke posko induk di Kabupaten Aceh Tengah, disebutkan Thamrin sebagai bentuk aksi solidaritas bersama karena kekompakan Tim Damkar.

“Memang tadi sore ada selisih faham antara anggota kita, dengan salah satu anggota yang ada di Pemadam. Salah pengertian, jadi karena mereka juga bersatu dan kebersamaanya tinggi, saling komunikasi baik yang ada di Kecamatan dan kemudian yang ada di Posko Induk, baik yang tidak piket maupun yang piket hadir semua. Memang bersyukur juga karena kebersamaan ini selalu mereka jaga,” kata Thamrin menerangkan.

Thamrin juga menambahkan apabila saat salah satu personil Damkar tersakiti, maka yang lain turut merasakanya. Ia juga bersyukur dengan kejadian tersebut maka dirinya akan mengambil hikmah.

“Jadi Alhamdulillah, saya ambil hikmahnya dalam kegiatan ini, dalam permasalahan ini, semoga ke depan kawan-kawan pun tidak lagi semberono mengambil kebijakan. Karena ini kan satu keluarga, interen, permasalahan apapun dimusyawarahkan baru di informasikan ke luar.

Insya Allah, atas pemahaman kawan-kawan semua malam ini juga sudah selesai. Dan Insya Allah, kami dari keluarga besar Damkar mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan semua, sehingga permasalahan internal antara pegawai dan jajaran ini selesai, Alhamdulillah,” ungkapnya.

Sementara terkait tuntutan anggota Damkar untuk evaluasi terhadap Sekertaris BPBD tersebut, Thamrin menyatakan bahwa tuntutanya adalah agar meminta maaf akibat salah pengertian, sehingga tidak lagi terjadi kesalahan di kemudian hari. Namun Thamrin menilai bahwa hal tersebut wajar, mengingat Sekertaris juga adalah salah satu pimpinan, sehingga mengayomi anggotanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terhadap anggotanya. Thamrin kembali menegaskan bahwa yang telah terjadi tersebut, benar-benar hanya kesalahapahaman saja. (Erwin/hR)