Terkejut.. Bupati ini mengaku tidak tahu akan dikunjungi Faul
Faul juara Liga Dangdut 2019 diapit anggota DPR RI Tagore Abubakar, saat
mendampingi Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar yang mendapatkan

kejutan berupa pelakat penghargaan dari kru Stasiun Televisi Indosiar.
(Dok. Foto : Erwin).

Aceh Tengah – haba RAKYAT.

Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, menyatakan tidak menduga ada kunjungan dari Faul. Bupati saat dikunjungi Faul (24), pemuda berlatar belakang yatim piatu kelahiran kampung Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah yang telah dinobatkan sebagai juara 1 di Lida (Liga Dangdut) 2019, mengaku sedang melaksanakan rapat di gedung Keuangan, ketika mendengar berita tersebut.

Bupati yang mendapatkan informasi dari ibu TP PKK (Puan Ratna, istri Bupati -Red), bahwa Faul sudah berada di Mongal, Sabtu (04/05), merasa terkejut. BACA JUGA BERITA : https://habarakyatonline.com/ala-rune-rune-ala-runang-faul-menang/

“Ini sebetulnya kunjungan tiba-tiba, tapi ini kan antusias masyarakat. Kami lagi rapat tadi di gedung keuangan, jadi dikatakan oleh ibu Tim Penggerak PKK, bahwa Faul sudah di Mongal,” ungkap Bupati kepada wartawan usai melepas kepergian Faul beserta rombongan yang di antar masyarakat ke Bener Meriah.

Bupati mengatakan kaget mendengar kabar tersebut, sehingga dengan komunikasi yang baik, akhirnya seluruh masyarakat bisa berkumpul. Shabela menyatakan tidak memiliki kesiapan, walau sebenarnya memiliki keinginan agar bisa Live di Indosiar.

“Karena kita tidak ada persiapan, kita sebetulnya ingin 2 kali sudah ingin Live, tapi kita tidak ingin menyalahkan Indosiar. Kita menyalahkan Komunitas kita yang ada di Jakarta dan mungkin di Bener Meriah, itu saja,” kata Bupati dengan nada kecewa. Shabela juga menambahkan bahwa Faul adalah milik bersama. Wacananya setelah acara puncak Liga Dangdut, berbuka puasa bersama atau setelah lebaran mengatur jadwal pertemuan dengan Faul.

Terkait prestasi yang telah diraih Faul, Shabela Abubakar menyebutkan Faul berbeda dari dua artis dataran tinggi Gayo lainnya yang sebelumnya telah sukses meraih prestasi di tingkat nasioal, yaitu Nabila dan Naura.

“Saya kira Faul berbeda. Untuk Faul itu semua ahli dangdut menyatakan ini cengkok apa yang ada satu kelebihan di Faul ini, cengkok di dangdut tidak ada, di melayu tidak ada, ini ada sama Faul dia padukan,” kata Bupati menjelaskan, sembari menambahkan bahwa keberuntungan Faul bagus.

Shabela mengisahkan saat Faul ingin ke Jakarta setahun yang lalu, Faul meminta dukungan kepadanya setelah Nabila. “Ama, tolong dukung Ama.. Setelah Nabila,” kata Faul kepada Bupati. Saat itu Bupati menyanggupi dengan mengatakan Oke, karena menurutnya Faul punya potensi.

Bupati Aceh Tengah ini juga menegaskan sedari awal sudah mendukung, sehingga menurutnya ada beberapa masyarakat yang menunggunya merasa tersinggung, karena menunggu hingga sampai jam 1 malam, ketika dirinya nonton bareng di gedung GOS selama dua malam berturut-turut.

“Kita sudah nonton bareng selama 2 malam. Kita bom SMS, karena menurut juri Faul yang terbaik,” ujar Bupati. Dan menurutnya pada saat itu merasa saingan terberat Faul berasal dari Sulawesi.

Kepada wartawan Bupati ini juga mengakui bahwa potensi pemuda pemudi di Gayo, saat ini sudah mulai masuk kancah nasional dan internasional, tidak hanya melalui bidang tarik suara. Rincian prestasi disebutkan oleh Bupati, di antaranya seperti di bidang Agama, balap sepeda dan prestasi lainya.

Berdasarkan kabar yang diterima Bupati, atlit balap sepeda bernama Novi, berhasil meraih juara satu dalam ajang olahraga balap sepeda di tingkat internasional.

“Ini yang belum ada komunikasi dengan kami, karena menurut berita si Novi mendapat nomor satu juga di tingkat internasional. Ini nanti kita sambut juga kedatanganya,” kata Bupati.

Lebih lanjut Shabela merasa senang dan bangga dengan rumor beredar di masyarakat yang mengatakan bahwa Pemda Aceh Tengah suka dangdut. Dirinya menambahkan, dengan adanya Faul sebagai pemenang di Lida 2019, memberikan banyak keuntungan.

“Luar biasa saya kira keuntunganya, terutama Gayo, umumnya Aceh dan Aceh Tengah ini. Ya, terutama ini di bidang budaya, saya lihat yang nyata adalah di kerawang Gayo, ini populer terus, sehingga perancang busana (Dalam acara Liga Dangdut  -Red) ingin merancangnya. Tapi saya ingatkan agar dipelajari dulu, karena ini semua punya arti, punya filosofi jadi tolong ini dipelajari,” tegas Bupati.

Selanjutnya menepis isu miring beredar, mengatakan Shabela secara khusus nonton langsung Liga Dangdut. Bupati menyampaikan saat itu dirinya sempat nonton langsung, ketika Faul masuk finalis 4 besar. Ia di undang oleh komunitas Gayo di Jakarta, karena kebetulan dirinya sedang menghadiri pesta pernikahan keponakannya di sana. Setelah acara pernikahan selesai, Bupati menuju ke studio Indosiar. Bukan seperti isu yang telah beredar, bahwa dirinya secara khusus datang untuk nonton langsung acara di Indosiar. (Erwin/hR)