Tgk. Ahmad Razak Tak Setuju dengan Pendapat Mualem

Tgk. Muhammad Razak alias Ahmad Razak mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Simpang Ulim Aceh Timur. (Foto/Az).

Aceh Timur – haba RAKYAT.

Tgk. Muhammad Razak alias Ahmad Razak mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Simpang Ulim Aceh Timur, menilai wacana H. Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem tentang Referendum tidak harus disampaikan saat ini. 

“Saya tidak setuju dengan pendapat Mualem yang meminta REFERENDUM. Mualem sepertinya sedang memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu. Jika tidak, kenapa Mualem menyampaikan referendum tanpa bermusyawarah lebih dulu. Saya minta jangan ciptakan lagi konflik di Aceh, karena rakyat sudah cukup menderita.” Ujar Ahmad Razak saat menjumpai media ini, Kamis (30/5).

Ahmad Razak juga menilai, seharusnya Mualem tidak lagi mengungkit masa lalu. Karena pasca MoU Helsinki Aceh sudah menyatakan setia dan bersatu dalam bingkai NKRi, ujarnya.

“Kasihan rakyat yang tidak mengerti apa-apa. Jangan lagi rakyat Aceh dimanfaatkan untuk ambisi dan kepentingan pribadi. Sudah cukup pengorbanan rakyat semasa konflik yang sampai saat ini nasibnya masih terlantar karena tidak adanya perhatian dari penguasa.

Saya mengimbau kepada rakyat Aceh, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan ucapan Mualem dan ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mari kita menjaga perdamaian Aceh yang sudah tercipta selama ini”. Pungkas Ahmad Razak.

Seperti diketahui. Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua DPA Partai Aceh (PA), Mukazir Manaf alias Mualem mengeluarkan ucapan yang mengemparkan.

“Alhamdulillah, kita melihat saat ini, negara kita di Indonesia tak jelas soal keadilan dan demokrasi. Indonesia diambang kehancuran dari sisi apa saja, itu sebabnya, maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,” ucap Mualem yang  disambut meriah oleh peserta yang hadir.

Mualem menyampaikan hal tersebut pada sambutannya dalam rangka Peringatan Kesembilan Tahun (3 Juni 2010 – 3 Juni 2019), terkait wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro, di Amel Convention Hall Banda Aceh, Senin (27/05/2019) malam. (Az/hR)