Bupati Minta Kementerian Evaluasi Ketua STAIN Gajah Putih Takengon

Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, meminta pihak Kementerian agar dapat mengevaluasi Ketua STAIN Gajah Putih Takengon, pernyataan itu disampaikanya usai melaksanakan kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Setdakab depan Kantor Bupati Aceh Tengah. (Foto/hR/Erwin).

Aceh Tengah – haba RAKYAT.

Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar menyesalkan sikap salah satu tampuk Pimpinan Perguruan Tinggi di Aceh Tengah yang tidak mau membaur dengan Pemerintah Daerah. Dirinya menegaskan apa yang telah dilakukan oleh pemimpin perguruan tinggi tersebut dinilai sangat keliru.

Shabela mengungkapkan pernyataanya itu kepada awak media, usai menjadi Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila, Sabtu (01/06) di Lapangan Setdakab setempat.

Dirinya sangat merasa heran setelah mengetahui ada kegiatan serupa dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, sudah berlangsung di Kampus STAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) Gajah Putih Takengon yang diselenggarakan oleh Ketua Rektor bernama Zulkarnain. Karena posisi kampus terletak hanya berjarak puluhan meter dari gedung kantor Bupati, mengapa tidak mau melaksanakan upacara secara bersama-sama.

Menurut Bupati, pengurus STAIN Gajah Putih itu tidak bisa berkomunikasi dengan Pemerintah, karena telah berkali kali mengambil kebijakan yang tidak sesuai. Bupati menyebutkan sudah berulang kali memberikan peringatan ke pengurus perguruan tinggi tersebut, namun tidak diindahkan. Bahkan pihaknya telah melakukan pemberitahuan langsung kepada Menteri, berharap agar dapat ditindak lanjuti di Kementerian.

“Kami sampaikan kepada Menteri bahwa STAIN ini tidak bisa membangun komunikasi dengan Pemerintah. Kita adakan di sini upacara, dia adakan di Kampus. Oke mereka otonom, tetapi masalah bangsa ini tidak otonom, tetap mengikuti Pemerintah,” katanya menjelaskan.

Ia menambahkan sewaktu ulang tahun Kementerian Agama, pihak Kampus STAIN mengadakan kegiatan sendiri dengan menggunakan Keyboard dan itu juga sudah disampaikan ke Menteri. Namun pihak Kementerian tidak menindaklanjutinya dan tetap saja melantik Zulkarnain sebagai Rektor.

Menurut Shabela hal tersebut telah menjadikan tanda tanya baginya. Karena ia telah menyampaikan kepada Menteri, tentang kemampuan sang Rektor yang dinilai kurang, tetapi tetap saja dilantik.

Selanjutnya Bupati Aceh Tengah menyebutkan, untuk ke depan pihaknya akan datang menjumpai Rektor tersebut dan memohon agar dapat dipersatukan dengan Pemerintahan. Karena hal seperti itu bukan baru sekali dua kali, namun sudah berulang kali terjadi.

Lebih jauh Bupati berharap agar apa yang telah disampaikanya kepada media, bisa menjadi pertimbangan bagi Kementerian agar dapat mengavaluasi kepengurusan di perguruan tinggi tersebut.

“Inilah bagaimana sikap Pimpinan STAIN di Aceh Tengah ini. Kita tidak menyalahkan Mahasiswanya, tidak. Berarti (Pemerintah Daerah, -Red) menyalahkan pimpinan yang ada di sana. Saya tidak tahu kalau tidak saudara-saudara yang menyampaikan ada upacara di sana, ini keliru sangat keliru, karena yang lain tidak ada melaksanakan acara sendiri, Saya kira demikian ya, tolong disampaikan lewat media ini”. Tutup Bupati menegaskan. (Erwin/hR)