Supir Angkutan Umum Terduga Kasus Pencabulan Ditangkap Polres Aceh Utara

Photo : Tersangka kasus pencabulan anak dibawah umur LRK alias W bin A (32) supir bersama BB mini bus angkutan saat berada di halaman Mapolres Aceh Utara. (Ist/hR)

Lhoksukon – haba RAKYAT.

Seorang pengemudi mini bus angkutan umum jenis ADT jumbo BL 7423 NL, yang di kemudikan LRK alias W bin A (32), warga Kota Langsa diamankan personil Polres Aceh Utara. Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 17.30 WIB dalam kasus dugaan pencabulan penumpang yang merupakan siswi kelas 3 SMK, korban sebut saja ‘bunga’ (17 tahun) asal Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. 

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah menyebutkan penangkapan pelaku dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur dilakukan pihaknya berdasarkan. Laporan Polisi Nomor LP.B/82/VI/RES. 1.24/2019/Aceh/RES Aut /SPKT, tanggal 19 Juni 2019. Yang dilaporkan ibu korban, (54) warga Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Sumatera Utara. 

“Kejadian Perkara pencabulan yang diduga dilakukan terlapor terjadi pertama kali pada 18 Juni 2019, sekira pukul 00.30 WIB, di pinggir jalan TM Bahrum Kota Langsa dan yang kedua di sebuah rumah yang beralamat di Desa Blang Pase Kota Langsa. Sebut Rezky.

Perkara tindak pidana Pencabulan Anak dibawah umur merupakan pelanggaran hukum sebagaimana dimaksud dalam UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.” sebut Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Dijelaskan, kejadian ini mulanya terjadi pada 17 Juni 2019, sekira pukul 21.00 WIB. Korban pergi dari pangkalan Brandan menuju rumah pelapor di Pangkalan Susu dengan menumpangi mobil Angkutan Umum jenis ADT Jumbo BL 7423 NL milik tersangka, namun setiba di Pangkalan Susu, terlapor tidak menurunkan korban, melainkan terus membawa nya ke Kota Langsa.

“Setibanya dipinggir jalan TM Bahrum Kota Langsa terlapor turun dari mobil dan mendekati korban yang saat itu duduk di kursi belakang, selanjutnya Terlapor memaksa korban agar ia nya dapat melakukan perbuatan cabul, kemudian terlapor kembali mengemudi mobil dan membawa korban ke sebuah rumah di Kota Langsa. Selanjutnya terlapor kembali melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Sekira pukul 09.00 WIB terlapor kembali membawa korban ke Terminal Bus Lhokseumawe, kemudian sekitar pukul 14.00 WIB tersangka berangkat membawa lagi korban kearah Kota Langsa. Namun, setiba di Desa Matang Ubi Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara mini bus angkutan yang dikemudi terlapor ter perangkap razia personil Polantas Polres Aceh Utara hingga tersangka memperlambat laju kendaraan angkutan yang dikendarai.

“Saat itulah korban melompat dari dalam mobil untuk menemui personil Polisi, selanjutnya korban dibawa ke Polres Aceh Utara untuk dilakukan pemeriksaan dan diketahui korban mengakui kalau ianya telah menjadi Korban pencabulan.” Kata Kasat Reskrim.

Berdasarkan keterangan korban, pada, Rabu 19 Juni 2019 sekira pukul 13.00 WIB anggota Unit PPA bersama KBO Reskrim Aiptu Dapot Situmorang melakukan penyelidikan tentang keberadaan tersangka dan Barang bukti (BB), selanjutnya sekira pukul 15.00 WIB petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka di Terminal Bus Kota Lhokseumawe.

Untuk saat ini pelaku dan barang bukti sudah dibawa ke ruang Unit PPA Polres Aceh Utara untuk dilakukan pemeriksaan.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas: 
Satu potong celana Jens warna biru.
Satu potong baju kemeja motif kotak warna biru.
Satu potong BH warna ungu. Satu potong CD warna krem. 1 Unit mobil angkutan umum BL 7423 NL warna orange. (Azhar/hR)