Ketua UKPBJ : Simeulue Terbatas Wewenang Lelang

Simeulue – haba RAKYAT .

Sejumlah proyek pembagunan Simeulue yang bersumber dari anggaran APBK, DAK maupun Otsus Tahun 2019, secara keseluruhan hampir seratus persen telah dilelang. 120 paket yang dibagi tiga tahap.Yakni, tahap pertama, sekitar 20 paket, kedua 50 dan tahap ketiga 50 paket proyek.

Hal itu di jelaskan Ketua Unit Kelompok Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Simeulue Fery Afrizal pada sejumlah awak media terkait lelang Proyek 4/7/19.

“ Sampai sekarang, kita sudah tayangkan lelang proyek dengan total 120 paket. Kalau dipersentasekan hampir 100 persen.” ucap Feri.

sambung Fery, ada beberapa paket yang sempat gagal lelang karena bermasalah.

“ Kalau tidak salah yang gagal dilelang ada tiga, itu lantaran karena bermasalah.

Ditanyai wartawan, apakah cara evaluasi penetapan setiap pemenang bisa dijamin fair?. Jawabnya, tak bisa ia jamin. Alasan mendasar, tugas dan kewenangannya selaku ketua UKPBJ secara spesifik beda dengan Kelompok Kerja (Pokja).

“ Saya hanya menerima bahan dari PPK Soft copy, setelah terkumpul, lalu saya share ke Pokja. Sedangkan untuk menentukan pemenang lelang, itu kewenangan Pokja dan bukan domain saya. Walaupun tetap saya pantau, tapi kan tidak mungkin saya duduk dengan Pokja setiap hari saat evaluasi, ” jelas Feri ada batasnya.

Dikesempatan yang sama, ia jua menjelaskan sistem aplikasi yang digunakan untuk lelang yaitu fersi 4.3 dari sebelumnya 4.2.

Lantas, apa perbedaaanya Begini kata Fery.

“ Saya tak bisa bandingkan, karena waktu fersi 4.2 saya belum disitu, jadi minta maaf saya tak bisa nilai. Memang betul, fersi SPESE 4.3, kelemahan perusahaan tidak bisa dilihat oleh peserta lain. Tapi, kalau rekanan keberatan terhadap putusan pokja, tentu bisa disanggah atau sampaikan ke Inspektorat sebagai pemeriksa yang juga bisa membuka user pokja, “ tambahnya.

Konfirmasi selanjutnya, media ini pun menyambangi pokja, saat itu diterima Iswayudi dilantai 3 kantor bupati bersama dia rekan kerjanya Nah, Penuturan Iswayudi, setiap lelang dilakukan dengan fair dan penetapan pemenang mengacu pada evaluasi, Ia pun menjamin tak ada intervensi dalam penetapan bintang (Pemenang lelang).

“ Kita bekerja secara profesional, hasil evaluasi adalah acuan kita. Jadi kita jamin proses lelang berjalan fair dan tidak ada interfensi dari pihak manapun, “singkatnya. (Sumadi/hR)