MEMASUKI TAHUN AJARAN BARU DISDIK NAGAN RAYA MANFAATKAN 600 JASA TENAGA HARIAN LEPAS GURU

Konferensi pers Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya (foto/hR/sukma).

Nagan Raya – haba RAKYAT .

Kekurangan tenaga pengajar, Dinas Pendidikan Nagan Raya mengambil kebijakan dengan memanfaatkan 600 jasa Tenaga Harian Lepas (THL) guru dan untuk tahap pertama THL 200 ,tahap ke dua 200 THL,tahap ke tiga 200 THL jadi jumlah keseluruhan THL 600 0rang.Karena selama ini,jumlah guru yang kurang mencapai 224 orang pada tahun 2018 lalu.

Kadisdik kab.Nagan Raya Dr. Harbiyah, M.Pd  menjelaskan, kekurangan tersebut saat ini terbantu dengan THL guru dan terisi dengan adanya penambahan 68 orang guru yang lulus seleksi tes CPNS pada tahun lalu.

Sebagian besar guru yang terdapat kekurangan tersebut berada di sejumlah taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tersebar di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, karena daerah ini merupakan daerah yang jauh dari pusat ibukota kabupaten.

Tak hanya THL guru,  dinas Pendidikan setempat juga berupaya melakukan inovasi dengan cara menerapkan sistem zonasi penempatan guru sesuai dengan domisili masing-masing guru, yang berdekatan dengan sekolah.

“Dengan adanya penerapan zonasi seperti ini, kekurangan guru bisa kita minimalisir,” kata Harbiyah menambahkan.

“Untuk tahun ini, ketersediaan guru kita sesuaikan dengan usulan masing-masing kepala sekolah. Sehingga nantinya kita harapkan adanya pemerataan guru dan tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru, khususnya setelah tes CPNS dilakukan pada tahun 2019 ini, termasuk perekrutan guru yang bertatus tenaga harian lepas,”  ungkapnya.

Harbiyah A. Gani M.Pd  Menambahkan, dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta untuk melahirkan insan cerdas dan berkarakter, Dinas Pendidikan Nagan Raya sudah melaksanakan uji coba Full Day School.

Itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Nagan Raya Dr Harbiyah A.Gani M.Pd, dalam temu Pers Rabu (10/7/19)Kepada sejumlah Wartawan terkait telah di lakukanya  uji coba Full Day School dan One Day in Engglish.

Menurut Harbiyah, program itu telah lama di sosialisasi dan kembali mengemukan ketika Dinas mengadakan rembuk pendidikan tingkat Kabupaten tahun 2019, di Aula SKB dan diikuti seluruh Kepala SD dan SMP.

“Tujuan rebuk pendidikan ini adalah untuk mengevaluasi bagai mana proses pembelajaran di tahun pengajaran 2018-2019, dan membuat rencana pembelajaran 2019-2020” kata Harbiyah.

Dalam kegiatan tersebut jelasnya, yang paling banyak mendapat tanggapan untuk kedepan adalah pelakasanaan  Full Day. Program itu selain akan melahirkan para pelajar punya kopetensi dan daya saing, juga untuk melatih kedisplinan.

“Karena dengan Full Day, siswa, guru kepala sekolah dan satuan pendidikan lainnya pukul 07.30 WIB sudah harus berada di perkarangan sekolah. Setelah itu pintu masuk atau pintu pagar langsung di kunci,” ujar Kadisidik. (Sukma/hR)

News Reporter
Don`t copy text!