Pintu Dijadikan Samsak Oknum Kontraktor, Polisi Usut Tuntas

Pintu ruang salah seorang Kabid di Kantor Dinas PUPR Aceh Tengah, terlihat dipasangi garis Polisi oleh Kepolisian Unit Reskrim Polres Aceh Tengah. (Foto : Ist).

Aceh Tengah – haba RAKYAT .

Salah satu ruangan di Kantor Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tengah, daun pintu dan dinding jebol akibat tendangan bebas diduga oknum kontraktor. “Teror” tersebut telah dilaporkan ke aparat kepolisian untuk ditangani secara hukum.

Menurut salah seorang pegawai, Yan Oriza kejadianya begitu cepat. Salah seorang berinisial H mendatangi salah satu ruangan yang diketahui, milik Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (Iwan Januari-red).

H datang tanpa ada kata-kata, langsung menendang daun pintu ruangan milik Iwan Januari dengan keras, sehingga berlubang. Selanjutnya mengambil kursi dalam ruangan dan membantingkan ke dinding dan jebol.

Yan Oriza, dekat dengan ruangan, terkejut dengan dua kali suara dentuman, dan keluar berusaha mencari tahu suara tadi, serta berusaha mengetahui siapa yang melakukan aksi. “Saya keluar berusaha mencari tahu siapa yang melakukan aksi didalam kantor,” kata Yan dengan nada bertanya.

Selanjutnya Yan Oriza sempat melihat seorang pria yang tidak dirinya kenal, usai melakukan aksi kemudian pergi meninggalkan kantor PUPR. “Kemudian pelaku berinisial H langsung pergi meninggalkan kantor PUPR, seperti tidak terjadi sesuatu hal,” terang Yan Oriza kepada awak media, (1/7).

Ruangan Kabid Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan sejauh ini sudah di bubuhi garis polisi oleh aparat penegak hukum. “Ini dibubuhi garis polisi sore hari setelah kejadian,” menurut Yan Oriza.

Kejadian “teror” dengan cara perusakan kantor langsung dilaporkan oleh Plt Kadis PUPR, Ir. Khaidir ke aparat kepolisian untuk segera ditangani dengan baik secara hukum.

“Kami melaporkan tindakan H, karena ini adalah bentuk intimidasi terhadap bawahan saya. Dah hal ini harus tangani dengan baik oleh aparat penegak hukum. Saya melaporkan kejadian saat sore hari itu,” kata Khaidir didampingi Kabid Pengairan.

Menurut Khaidir Plt PUPR, oknum kontraktor yang mengamuk itu akibat tidak menang tender “pengairan” yang sudah di umumkan oleh Pokja tender. “Dugaan kami oknum kontraktor itu mengamuk karena kalah tender,” jelas Khaidir.

Pihak Polres Aceh Tengah, melalui kasat Reskrim Iptu Agus Riwayanto mengatakan, kasus tersebut saat ini tengah ditangani pihaknya. Dan dalam hal ini pihaknya sudah mengamankan satu kursi yang dipergunakan oleh pelaku (H).

“Kita sudah mengamankan satu buah kursi yang digunakan H sebagai alat untuk melakukan perusakan ruangan di kantor PUPR. Kita akan serius menangani kasus ini,” jelas Kasat Reskrim. (Rel -)