Gedung SDN Panton Luas Baru Terancam Ambruk

Tapaktuan, Aceh Selatan – haba RAKYAT |

Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panton Luas Baru, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, terancam ambruk dihantam abrasi sungai.

Kondisi tersebut sudah berlangsung lama, sehingga   menimbulkan ketidak nyamanan bagi murid maupun dewan guru dalam proses belajar mengajar  di SDN Panton Luas Baru itu. Terancamnya ambruk Sekolah itu mendapat  tanggapan dari  kalangan aktivis lingkungan hidup di Aceh Selatan.

Direktur LSM Yayasan Gunung Hutan Lestari (YGHL), Sarbunis  kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu  (27/11/2019) mengatakan,   untuk penanganan maksimal perlu adanya tanggul permanen dari batu gajah.
“Penanganan selama ini dengan menggunakan beronjong kurang maksimal, karena aliran sungai baro Kluet di Samadua ini, bila musim kemarau mengalami kekeringan, namun disaat banjir di musim penghujan, aliran sungai meluap,” ungkapnya.

Maka, lanjutnya, sepanjang tahun, di Kecamatan Samadua terjadi bencana banjir. Seperti, contoh baru baru ini, bencana banjir telah merusak waduk irigasi.

“Ironisnya disaat masyarakat Samadua sedang giat – giatnya turun kesaawah, timbul  bencana banjir hingga  merusak sarana irigasi itu,” ucapnya. Sarbunis mengharapkan, Pemkab Aceh Selatan maupun Pemerintah Propinsi Aceh harus segera menangani kerusakan sarana irigasi dan jembatan penyeberangan antara Gampong Madat dan Gampong Seberang yang telah ambruk baru – baru ini.

“Untuk melindungi SDN Panton Luas Baru yang merupakan aset pendidikan dari abrasi sungai perlu segera dilakukan penanganan dengan tanggul dari batu gajah,” sebutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Panton Luas Baru, Mukhlis S.Pd menyebutkan, setiap  terjadi banjir, air  meluap  hingga memasuki pekarangan dan ruang  sekolah. 

Ia juga menyebut,  penanganan yang telah dilakukan dengan tanggul dari beronjong kurang maksimal. Karena saat banjir, aliran sungai mengarah ke sekolah hingga melewati beronjong. “Untuk melindungi aset pendidikan ini dari abrasi sungai, maka kami sangat mengharapkan  adanya penanganan secara optimal dengan membangun tanggul dari batu gajah,” harapnya. (Tik/hR)

News Reporter
Don`t copy text!