GEUM Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

H. Muzakkir bersama pengurus yayasan GEUM, melaksanakan bakti sosial berbagi sembako kepada anak yatim dan kaum dhuafa serta masyarakat saat pandemi Covid-19 melanda nusantara (dok. Foto: Ist).

Langsa – haba RAKYAT |

Yayasan Gerakan Ekonomi Ummat (GEUM), kian hari semakin populer dikalangan masyarakat. Sebuah yayasan yang terbentuk atas dasar kepedulian kepada pergerakan ekonomi ummat ini pun terus menjadi sorotan publik di Provinsi Aceh, khususnya Kota Langsa.

GEUM acap kali terlibat setiap aksi sosial dalam beberapa kesempatan, salah satu kegiatan yang paling anyar adalah gerakan sosial dengan berbagi kepada masyarakat, ditujukan untuk anak yatim dan kaum dhuafa. GEUM telah menyalurkan bantuan kepada sedikitnya 200 Kepala Keluarga (KK), sebagai upaya melawan pandemi Covid-19 diseputaran Kota Langsa.

Ketua Yayasan GEUM H. Muzakkir mengatakan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako itu telah dilaksanakan pada pertengahan hingga 29 hari puasa, kegiatan ini ditujukan sebagai salah satu wujud solidaritas terhadap ummat yang turut terdampak penyebaran virus. Dampak pandemi Covid-19 menurutnya berimbas terhadap ekonomi masyarakat, khususnya adalah para penerima manfaat bantuan sosial oleh GEUM yaitu anak yatim dan kaum dhuafa.

Bantuan sembako yang telah disalurkan oleh pihaknya kepada anak yatim dan dhuafa, diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan hidup mereka sehari hari di bulan ramadhan.

“Kita telah menyalurkan bantuan sosial berbentuk kebutuhan pokok sembako kepada 200 KK, bantuan ini ditujukan sebagai wujud GEUM peduli anak yatim dan kaum dhuafa seta ummat yang kena dampak Covid-19. Harapanya semoga terbantu dan mari persiapkan ketahanan pangan kita dengan memanfaatkan lahan yang ada,” terang Haji Muzakkir kepada media, Minggu (31/05).

H. Muzakkir pendiri sekaligus Ketua Yayasan GEUM yang juga sebagai pengusaha dari Kota Langsa ini pun berharap, apa yang telah dilakukanya bersama kepengurusan Yayasan dapat terus berlanjut dan bermanfaat bagi ummat.

Lebih jauh pengusaha properti ini pun menjelaskan bahwa GEUM bergerak membantu ekonomi ummat, melalui program pembangunan rumah tanpa DP (uang muka 0 %, Red-), sehingga masyarakat kecil dapat mewujudkan impianya memiliki rumah. Sistem yang diberlakukan program ini pun menerapkan angsuran dengan cicilan syari’ah.

Namun H. Muzakkir menjelaskan bahwa saat akad akan ada sedikit biaya administrasi, dibebankan berkisar hingga Rp. 5 Juta. Uang senilai lima juta rupiah ini akan digunakan sebagai biaya akad administrasi di notaris, hanya saja bila tidak terpenuhi pihaknya akan membantu biayanya yang selanjutnya diselesaikan pembayaranya lewat cicilan.  

“Apabila tidak terpenuhi, kita akan bantu biayanya dan selanjutnya pembayaranya dicicil ke kita. Dari pengambilan rumah tersebut masyarakat mendapatkan subsidi Pemerintah senilai Rp. 4 Juta, sehingga DP menjadi Nol persen,” terang beliau.

Menurutnya seperti halnya perumahan nasional (Perumnas) Villa Darussalam di Alue Pinang, dengan luas lahan mencapai 30 hektar, dilengkapi fasilitas tempat ibadah berupa masjid serta sarana umum lainya, seperti mall dan tempat perbelanjaan. Adalah merupakan salah satu contoh rujukan sebagai referensi meraih mimpi agar dapat memiliki rumah impian.

Sehingga program yang dijalankan oleh GEUM ini dapat membantu masyarakat, salah satunya adalah pasangan muda yang ingin mempunyai tempat tinggal milik sendiri, program yang dijalankan oleh GEUM juga dipastikan telah sesuai dengan salah satu program milik Pemerintah.

“Program pembangunan rumah ini juga sejalan dengan program pemerintah, yaitu mewujudkan 1 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sehingga masayarakat dan pasangan muda, dapat memiliki tempat kediaman pribadi,” ujar Haji Muzakkir. 

Diterangkanya GEUM merupakan sebuah yayasan didirikan beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahu 2018. Dalam perjalananya GEUM terus bergerak membantu ekonomi ummat dengan berbagai program, sebagai wadah yang bertanggung jawab, GEUM memiliki filsafat ekonomi untuk mewujudkan kemandirian dan kekuatan ekonomi ummat muslim. (Rel)

News Reporter
Don`t copy text!
%d blogger menyukai ini: